Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Manchester Siap Jadi Tuan Rumah KTT G20 2027
- Laga Indonesia Vs Malaysia, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas & Kantung Parkir
- Siapkan 2.373 Personel, Polri Pastikan Keamanan & Kelancaran FIFA ASEAN 2026
- Indonesia Vs Malaysia, Garuda Siap Terkam Harimau Malaya
- PSS Sleman Terpuruk, Pieter Huistra Manfaatkan Jeda FIFA Matchday
Warga Bedahan Depok Protes Bau RPH Bebek, Khawatir Dampak Kesehatan
Jumat, 25 September 2026 15:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Masalah bau menyengat dari aktivitas RPH (Rumah Pemotongan Hewan) khusus bebek di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, kian mengkhawatirkan masyarakat. Selain mengganggu kenyamanan, warga kini mulai cemas akan ancaman gangguan kesehatan serius akibat paparan bau busuk dalam jangka panjang.
Salah seorang warga komplek perumahan yang berdempetan langsung dengan RPH bebek tersebut, R, mengeluhkan bau busuk yang dirasanya kian hari makin tidak tertahankan.
Baca juga : KLH Perketat Regulasi Pengelolaan Limbah B3
"Awalnya bau tercium hanya pagi hari saja, tapi setelah 1,5 tahun saya tinggal di sana, kok jadi setiap hari. Sumpah baunya parah banget," katanya.
Rasa khawatir tersebut mendorongnya untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai dampak lingkungan dan kesehatan dari gas pencemar yang dihasilkan oleh limbah organik pemotongan hewan.
"Saya sampai googling, bau tersebut jika terlalu lama terhirup ternyata bisa membuat masalah di paru-paru dan memicu penyakit lainnya," ujarnya.
Baca juga : Polda Metro Siap Hadapi Praperadilan Kedua Roy Suryo soal Tersangka
Dia juga menyoroti pengolahan limbah RPH yang dibuang langsung ke selokan pemukiman tanpa sistem penampungan dan pengolahan mandiri. Kondisi ini tak hanya memicu polusi udara, tetapi juga berisiko mencemari air tanah yang digunakan warga sehari-hari.
Di sisi lain, upaya penanganan di lapangan masih membentur kendala dilematis. Pihak pengembang (developer) komplek perumahan mengindikasikan alotnya proses penutupan atau penataan RPH tersebut.
Baca juga : Banksasuci Larutkan 20 Ton Eco Enzyme Ke Sungai Cisadane
"Kata developer, mereka minta kompensasi kalau sampai ditutup. Selain itu, warga sekitar juga banyak yang kerja di tempat itu, makanya sulit," tambahnya.
Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok serta instansi terkait segera mengecek lokasi untuk melakukan audit lingkungan, memastikan kelayakan pengelolaan limbah RPH, serta memberikan solusi konkret demi melindungi kesehatan masyarakat sekitar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya