Dark/Light Mode

Agar LRT Diminati Masyarakat

Tarifnya Ramah Di Kantong, Akses Feeder Terintegrasi

Senin, 28 September 2026 06:25 WIB
Stasiun LRT Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Foto: Fatimah Az Zahra/RM.id)
Stasiun LRT Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Foto: Fatimah Az Zahra/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk menarik minat masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum, tarif Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai, mesti ramah dengan kantong masyarakat.

Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Wa Ode Herlina meminta, penetapan tarif LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai mempertimbangkan kemampuan masyarakat.

Menurutnya, tarif yang terjangkau perlu berjalan beriringan dengan integrasi antarmoda, agar keberadaan LRT benar-benar mampu mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Dorongan tersebut disampaikan setelah LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai resmi beroperasi pada 16 September 2026. Jalur LRT ini membentang dari Jakarta Utara, Jakarta Timur hingga Jakarta Selatan, sepanjang 12,2 kilometer.

“Yang penting sekarang, bukan hanya LRT-nya selesai. Tetapi, bagaimana LRT terhubung dengan Transjakarta, Mikrotrans, KRL, dan moda lainnya, sehingga masyarakat benar-benar mudah berpindah dari satu moda ke moda lain,” papar Wa Ode, Senin (21/9/2026).

Untuk memperkuat konektivitas, Wa Ode meminta layanan Mikrotrans sebagai pengumpan atau feeder menuju stasiun-stasiun LRT diperkuat.

Baca juga : Indonesia Vs Malaysia: Derbi Serumpun, Perang Naturalisasi

Dengan adanya layanan penghubung tersebut, masyarakat di kawasan yang tidak berada tepat di sekitar stasiun, diharapkan memiliki akses yang mudah menuju stasiun LRT.

Selain Mikrotrans, Wa Ode juga mendorong pengembangan fasilitas Park and Ride, khususnya di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.

Fasilitas tersebut dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang masih harus menggunakan kendaraan pribadi dari tempat tinggalnya, untuk parkir, sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi umum.

“Kalau tarifnya dibuat terjangkau atau flat dan terintegrasi dengan perjalanan transportasi umum lain, ini bisa menjadi salah satu insentif agar masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi,” yakinnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan tarif khusus Rp 8 selama delapan hari pertama sejak pengoperasian, sebagai bagian dari masa pengenalan layanan kepada masyarakat.

Setelah periode tersebut, tarif sementara untuk perjalanan Kelapa Gading-Manggarai ditetapkan sebesar Rp 5.000, hingga tarif reguler ditetapkan.

Baca juga : Cedera Lengan Dipublikasikan, Marc Marquez Marah Ke Ducati

Menurut Wa Ode, penentuan tarif tidak hanya melihat aspek keterjangkauan bagi penumpang, tetapi juga keberlangsungan operasional layanan.

Dengan kata lain, kebijakan tarif juga perlu mempertimbangkan kemampuan masyarakat, sekaligus kebutuhan subsidi pelayanan publik.

“Yang paling penting sekarang adalah integrasi. LRT, Transjakarta, Mikrotrans, kereta, dan moda lainnya harus terasa sebagai satu sistem bagi masyarakat. Bukan berjalan sendiri-sendiri,” sarannya.

Sebelumnya, LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai resmi melintasi rel untuk pertama kalinya dalam rangkaian uji coba operasional, Kamis (10/9/2026).

Pada tahap uji coba awal ini, kecepatannya sengaja dibatasi maksimal 40 kilometer per jam, dengan kuota 100 penumpang per perjalanan.

Pengujian perdana tersebut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin, Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin, serta Direktur Utama LRT Jakarta Aditia Kesuma Negara.

Baca juga : Sengketa Maritim China Versus Filipina Memanas

Menggunakan dua rangkaian kereta (trainset), rombongan melakukan perjalanan pulang-pergi melintasi rute sepanjang 12,2 kilometer.

Jalur ini menghubungkan 11 stasiun. Yaitu Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.

Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin menyampaikan, uji coba ini krusial untuk mengevaluasi kesiapan operasional secara menyeluruh. Mencakup aspek sumber daya manusia, proses pelayanan, hingga keandalan sarana dan fasilitas pendukung.

“Jadi, uji coba ini tidak hanya memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat,” tandas Iwan di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan.

Menurutnya, Jakpro masih terus melakukan penyempurnaan fasilitas pendukung, seperti akses stasiun, kebersihan area bawah dan stasiun, hingga detail arsitektur. [RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.