Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tekan Angka Kematian Ibu Dan Bayi
RSUD Cengkareng Perkuat Layanan SIGAP 24 Jam
Senin, 5 Oktober 2026 12:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng memperkuat jejaring layanan SIGAP (Sinergi, Cepat, dan Tanggap) Ibu dan Bayi Baru Lahir untuk mempercepat penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal di Jakarta Barat.
Direktur RSUD Cengkareng, dr Lysbeth R Pandjaitan, mengatakan penguatan layanan tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan puskesmas, dokter, bidan praktik mandiri, fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), serta rumah sakit jejaring.
Ia menegaskan bahwa SIGAP bukan program baru, melainkan layanan yang telah berjalan sejak 2020 dan terus diperkuat untuk meningkatkan kecepatan serta ketepatan penanganan pasien.
"RSUD Cengkareng mengadakan kegiatan sosialisasi SIGAP, program respons cepat 24 jam untuk menyelamatkan ibu dan bayi baru lahir di DKI Jakarta," kata Lysbeth saat ditemui di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (5/10/2026).
Penguatan layanan SIGAP dilatarbelakangi perlunya upaya berkelanjutan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, khususnya di Jakarta Barat dan DKI Jakarta.
Baca juga : Semarak Kejuaraan Olahraga Tradisional Hadang di Jakarta Barat
Melalui sosialisasi tersebut, RSUD Cengkareng berupaya meningkatkan koordinasi antara fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan awal dan rumah sakit rujukan.
Dalam penjelasannya, Lysbeth menyoroti konsep 3 Terlambat yang dapat meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi. Konsep ini mencakup keterlambatan mengenali tanda bahaya dan mengambil keputusan untuk mencari pertolongan, keterlambatan mencapai fasilitas kesehatan, serta keterlambatan memperoleh penanganan setelah pasien tiba di fasilitas kesehatan.
"Dasarnya itu 3 Terlambat dan 4 Terlalu, latar belakangnya karena kita perlu lebih sigap," ujarnya.
RSUD Cengkareng menyoroti faktor 4 Terlalu yang berkaitan dengan kondisi kehamilan berisiko. Faktor tersebut meliputi kehamilan pada usia terlalu muda, yakni di bawah 20 tahun; usia terlalu tua, yakni di atas 35 tahun; jarak kehamilan yang terlalu dekat, kurang dari dua tahun; serta jumlah anak yang terlalu banyak.
Melalui penguatan SIGAP, RSUD Cengkareng mendorong tenaga kesehatan di berbagai fasilitas pelayanan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kehamilan berisiko dan memastikan pasien memperoleh akses rujukan yang sesuai.
Baca juga : Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakbar Dapat Bonus dari Hardiyanto Kenneth
Untuk mendukung penanganan kegawatdaruratan, RSUD Cengkareng menyiagakan dokter spesialis di lokasi selama 24 jam. "Sinerginya dengan puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, RSUD, rumah sakit swasta termasuk jejaring kita," kata Lysbeth.
Selain kesiapan tenaga medis, RSUD Cengkareng memiliki fasilitas perawatan intensif untuk mendukung penanganan pasien yang membutuhkan pengawasan khusus.
Fasilitas tersebut meliputi Neonatal Intensive Care Unit (NICU) untuk bayi baru lahir yang membutuhkan perawatan intensif, Pediatric Intensive Care Unit (PICU) untuk pasien anak dengan kondisi kritis, serta High Care Unit (HCU) Maternal untuk ibu yang memerlukan pemantauan intensif.
Dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di RSUD Cengkareng pada Senin (5/10/2026), sekitar 44 peserta diundang untuk memperkuat pemahaman mengenai pelaksanaan layanan SIGAP. Peserta berasal dari unsur rumah sakit, rumah sakit jejaring, dokter, dan bidan praktik mandiri.
"Kalau kita adakan sosialisasi, dia yakin, dia percaya atau trust sama RSUD, ketika mereka mengirim pasien-pasien ibu hamil dan bayi baru lahir yang dalam keadaan gawat darurat yang harus segera ditangani, dia percaya kepada dokternya, fasilitasnya, alur rujukannya," tuturnya.
Baca juga : Dokkes Polri Pastikan Makanan Jamuan Rakyat Jakarta Barat Aman Dikonsumsi
Lysbeth menegaskan bahwa upaya mempercepat penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi tidak dapat dilakukan oleh rumah sakit seorang diri. Puskesmas, bidan, fasilitas kesehatan tingkat pertama, keluarga, dan masyarakat memiliki peran dalam mengenali tanda bahaya serta mencegah keterlambatan mencari pertolongan medis.
"SIGAP itu sinergi, cepat, dan tanggap, kita memperkuat lagi jejaring dan menimbulkan kesadaran masyarakat bahwa ini penting," kata Lysbeth.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya