Dark/Light Mode

Pramono Sebut Peran Jokowi, Ahok dan Anies Dalam Modernisasi Kota Jakarta

Rabu, 7 Oktober 2026 09:48 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa lonjakan posisi Jakarta dalam pemeringkatan kota global merupakan buah dari kesinambungan pembangunan dan penyelesaian pekerjaan rumah yang diwariskan oleh para pemimpin terdahulu.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono di sela peluncuran konsep desain transformasi kawasan Blok M fase ultimate di Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).

Baca juga : SIM Keliling Jakarta Rabu 7 Oktober, Cek di Sini Lokasinya

Pramono menyoroti laporan Global Cities Index 2026 dari Oxford Economics yang menempatkan Jakarta di peringkat ke-140 dari 1.000 kota di dunia. Posisi ini melonjak signifikan dibanding dua tahun lalu yang berada di urutan ke-300. Sementara pada indikator Kearney, Jakarta menempati peringkat ke-71 dari 156 kota. Indeks penilaian tersebut mencakup lima dimensi utama: ekonomi, modal manusia (human capital), kualitas hidup, lingkungan, dan tata kelola.

Pramono menekankan bahwa lompatan capaian ini bukan hasil kerja satu pihak semata. Pembangunan Jakarta, menurutnya, tidak boleh hanya mengandalkan program gubernur yang sedang menjabat, melainkan harus melanjutkan program keberlanjutan.

"Bukan siapa-siapa yang membuat itu menjadi lebih baik, tetapi memang kesadaran sepenuhnya. Dalam berbagai acara saya selalu mengatakan bahwa saya akan menyelesaikan hal-hal yang belum selesai dari gubernur-gubernur sebelumnya," ujar Pramono.

Baca juga : Bongkar & Usut Penipuan Rekrutmen Petugas PJLP

Sebagai contoh konkret, Pramono menyinggung proyek LRT Jakarta. Jalur awal Kelapa Gading–Velodrome diinisiasi pada era Presiden Joko Widodo dan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menyambut Asian Games. Proyek tersebut kemudian dilanjutkan hingga rute Velodrome–Manggarai di bawah kepemimpinan Penjabat Gubernur Heru Budi Hartono.

Keputusan melanjutkan rute LRT tersebut terbukti mendongkrak konektivitas dan minat masyarakat. Jumlah penumpang harian LRT Jakarta kini menembus angka 9.000 hingga 10.000 orang per hari, naik pesat dari rata-rata sebelumnya yang berkisar di angka 4.000 orang, meski ketersediaan trainset dan stasiun operasional masih terbatas.

Pramono optimistis, saat infrastruktur LRT beroperasi secara penuh kelak, jumlah pengguna harian dapat melesat hingga kisaran 60.000 sampai 80.000 penumpang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.