Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pram Janji Pecat Pegawai Gulkarmat Yang Terlibat
Bongkar & Usut Penipuan Rekrutmen Petugas PJLP
Rabu, 7 Oktober 2026 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendesak pengusutan menyeluruh terhadap dugaan permainan dalam rekrutmen Penyedia Jasa Lain Perorangan (PJLP). Pihak-pihak yang terbukti terlibat, harus ditindak tegas agar tidak ada lagi celah bagi kejahatan serupa kembali terulang.
Anggota Komisi A DPRD DKI Kevin Wu mendukung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan memecat oknum petugas anggota Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, yang diduga terlibat kasus penipuan rekrutmen petugas Gulkarmat.
Kevin menegaskan, permainan uang di balik rekrutmen seperti itu harus dilawan. “Jika tidak dilawan, maka menjadi kebiasaan,” tegas politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.
Kevin mengingatkan, kebiasaan itu akan menutup kesempatan bagi orang-orang yang memiliki kemampuan untuk menjadi pekerja atau pelayan masyarakat di Pemprov DKI Jakarta.
“Misalnya, akan menutup kesempatan bagi orang-orang yang memiliki kemampuan untuk menjadi petugas Gulkarmat,” tandasnya, dalam wawancara via telepon dengan Rakyat Merdeka, Selasa (6/10/2026).
Baca juga : Italia Menang Tanpa Pesona
Kevin melihat, dugaan permainan di balik rekrutmen bukan hanya di Jakarta Timur. Dia juga mengaku mendapatkan laporan, mengenai rekrutmen PJLP yang dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
Sebagai informasi, PJLP adalah tenaga kerja perorangan yang dikontrak oleh satuan kerja atau perangkat daerah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, untuk membantu tugas-tugas pelayanan publik.
Namun, Kevin belum memaparkan secara detail mengenai laporan yang diterimanya itu. “Saya mendapatkan laporan, ada yang mematok tarif Rp 20 juta untuk penerimaan PJLP,” ungkapnya.
Untuk itu, Kevin menyatakan akan mendorong Komisi A DPRD DKI melakukan investigasi bersama Pemprov DKI mengenai dugaan-dugaan seperti itu di seluruh Jakarta.
Kevin juga meminta pihak yang melaporkan hal seperti itu, mengumpulkan bukti-bukti permintaan uang di balik rekrutmen PJLP, agar bisa ditindaklanjuti atau diinvestigasi Komisi A DPRD DKI dan Pemprov DKI.
Baca juga : Marquez Patahkan Kutukan Mandalika
Sebelumnya, Gubernur DKI Pramono Anung meminta institusi terkait, termasuk Dinas Gulkarmat DKI, mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti terlibat.
“Saya sudah meminta Dinas Gulkarmat untuk memecat siapa pun yang melakukan itu,” tandas Pram di Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, tindakan tegas harus diberikan, apabila aparatur Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI terbukti melakukan perbuatan yang merugikan masyarakat. “Tidak ada toleransi untuk yang seperti itu,” tandasnya.
Hal ini cukup mendapatkan perhatian Gubernur. Sebelumnya, Pram juga sudah mengatakan, tidak akan memberikan ruang tawar-menawar bagi pejabat atau Aparatur Sipil Negara (ASN) DKI yang terbukti bermain dalam proses penerimaan petugas Gulkarmat.
“Saya memberikan dukungan sepenuhnya untuk penegakan hukum. Kalau memang ada upaya, ada temuan, ada bukti kuat, siapa pun pejabat itu, begitu tahu dilakukan, walaupun prosesnya masih berjalan, saya akan hentikan sebagai ASN DKI Jakarta,” kata Pram di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (29/9/2026).
Baca juga : Prabowo Bicara Serangan Fisik & Non Fisik di HUT ke-81 TNI: Ekonomi Kita Diganggu
Sebelumnya, warga Jakarta Timur berinisial WS (31), mengaku menjadi korban dugaan penipuan rekrutmen petugas Gulkarmat hingga mengalami kerugian Rp 70 juta.
Polisi menyebut, terduga pelaku merupakan anggota Gulkarmat Jakarta Timur. “Satu orang,” kata Kasi Humas Polres Jakarta Timur AKP I Made Budi, Kamis (1/10/2026).
Budi menuturkan, laporan mengenai dugaan penipuan di balik rekrutmen Gulkarmat itu, sudah diterima pihaknya. Namun, terkait proses pemeriksaan, dia belum dapat menyampaikannya secara detail. [DAF/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya