Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pengamat: Kecelakaan KA Bekasi Timur, antara Kesalahan Sinyal & Serangan Sosmed
Sabtu, 10 Oktober 2026 15:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengusutan kecelakaan kereta api di Bekasi Timur tidak boleh berhenti pada penetapan tersangka dari unsur masinis. Evaluasi sistem persinyalan, prosedur operasional, hingga pembagian tanggung jawab antarlembaga perlu dilakukan secara menyeluruh.
Di tengah proses tersebut, polemik di media sosial turut berkembang, mulai dari kritik terhadap manajemen KAI hingga dukungan kepada jajaran perusahaan.
Pengamat kebijakan publik Adib Miftahul menilai, hasil investigasi keselamatan harus menjadi dasar untuk menelusuri seluruh kemungkinan penyebab kecelakaan, bukan hanya berfokus pada individu yang bertugas di lapangan.
“Temuan investigasi keselamatan harus menjadi dasar untuk menelusuri seluruh kemungkinan faktor penyebab, termasuk sistem persinyalan, komunikasi darurat, prosedur operasional, dan pembagian tanggung jawab antarlembaga,” kata Adib kepada wartawan.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu menilai, persoalan utama yang perlu dijawab adalah apakah seluruh rantai tanggung jawab keselamatan telah diperiksa secara menyeluruh.
Baca juga : KAI Tutup 172 Perlintasan, Tindak Lanjut Rekomendasi KNKT
Jika ditemukan persoalan pada sistem, aspek tersebut juga harus ditelusuri berdasarkan kewenangan dan bukti yang tersedia.
Polemik semakin berkembang ketika Direktur Utama KAI Bobby menjadi sasaran kritik di ruang digital.
Meski demikian, Adib menilai, dugaan adanya serangan terorganisasi terhadap Bobby perlu dibuktikan melalui pemeriksaan isi unggahan, pola penyebaran, dan bukti koordinasi.
Banyaknya kritik di media sosial tidak serta-merta membuktikan adanya serangan yang terorganisasi.
Menurut Adib, tragedi Bekasi Timur seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat evaluasi sistem keselamatan perkeretaapian, memastikan penegakan hukum berjalan berdasarkan bukti, serta mendorong transparansi seluruh pihak terkait.
Baca juga : Insiden Bekasi Timur, KAI Kooperatif dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis
“Jangan sampai polemik di media sosial menggeser substansi persoalan. Yang harus menjadi prioritas adalah mengungkap penyebab kecelakaan secara menyeluruh, memastikan pertanggungjawaban berdasarkan bukti, dan mencegah tragedi serupa terulang,” ujarnya.
Dukungan untuk KAI Mengalir di Media Sosial
Di tengah polemik tersebut, dukungan terhadap KAI juga muncul di media sosial. Sejumlah pengguna menyampaikan pandangan mengenai pembagian kewenangan dalam pengelolaan perlintasan kereta api hingga respons manajemen terhadap kecelakaan.
Salah satunya, akun @aryadhians, yang menyoroti kewenangan terkait penutupan perlintasan kereta api.
“Kalau orang nggak paham pasti nyalahin KAI, padahal penutupan lintasan kereta itu sudah masuk ranahnya Dishub,” tulis akun tersebut.
Sementara itu, akun @karena.kita.siapa menanggapi pemberitaan akun Instagram @fyifact yang mengkritik KAI karena dinilai tidak menunjukkan empati setelah menggelar pesta mewah dalam perayaan hari ulang tahun perusahaan.
Baca juga : Ikuti Langkah Australia, Inggris Resmi Larang Sosmed Bagi Anak Di Bawah 16 Tahun
“Pak dirutnya jelas membela masinis, kenapa ada narasi begini,” tulis akun tersebut.
Dukungan serupa disampaikan akun @wdiafani. Ia mempertanyakan kritik terhadap perayaan ulang tahun KAI dan menyebut perusahaan telah memberikan santunan serta pendampingan kepada keluarga korban kecelakaan.
“Salah kalau KAI merayakan HUT-nya tiap tahun loh bukan pas ada kejadian dan menyenangkan para karyawan beserta keluarga karyawan KAI? Padahal Direksi sudah bekerja sesuai aturan, santunan dan pendampingan ke keluarga para korban pun sudah dilakukan bahkan Pak DZ pun mau mendampingi kasus kecelakaan ini? Lalu kenapa masih aja dicari letak kesalahannya???” tulisnya.
Perdebatan di media sosial tersebut memperlihatkan beragam respons publik terhadap kecelakaan Bekasi Timur dan langkah manajemen KAI.
Namun, penyebab kecelakaan serta pertanggungjawaban pihak-pihak terkait tetap perlu ditentukan berdasarkan hasil investigasi dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya