Dark/Light Mode

Bertemu Romo Haryo, Moeldoko Sampaikan Kebijakan Nataru

Senin, 6 Desember 2021 16:48 WIB
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko bersama Uskup KAJ Kardinal Ignatius Suharyo. (Foto: ist)
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko bersama Uskup KAJ Kardinal Ignatius Suharyo. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menemui Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Kardinal Ignatius Suharyo, di Katedral, Jakarta, Senin (6/12).

Kedatangan mantan Panglima TNI itu, untuk menyampaikan kebijakan pemerintah terkait Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021, sekaligus meminta saran dan masukan dari para tokoh agama di KAJ.

“Pemerintah selalu terbuka terhadap masukan dan pandangan dari para tokoh agama dalam menyusun kebijakan yang mempengaruhi banyak pihak,” kata Moeldoko. 

Baca juga : Moeldoko Sampaikan Dukacita Mendalam Untuk Korban Semeru

Moeldoko menegaskan, kebijakan pemerintah soal Nataru terutama terkait pelaksanaan peribadatan dan perayaan natal bagi umat kristiani, sudah melalui berbagai pertimbangan, yakni dengan melihat kondisi terkini kasus Covid-19 dan adanya ancaman varian baru Omicron.

“Kami berharap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah akan sesuai dengan harapan semua pihak, terutama bagi umat kristinasi,” ujarnya. 

Moeldoko juga menyampaikan apresiasi kepada para tokoh agama di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), yang selama ini sudah berperan aktif dalam penanganan Covid-19. “Saya mewakili pemerintah mengucapkan terima kasih, para tokoh agama di sini (KAJ) sudah terlibat aktif dalam penanganan Covid-19,” sambungnya. 

Baca juga : Jangan Mudik Saat Libur Nataru

Uskup KAJ, Kardinal Ignatius Suharyo mengatakan, gereja katolik khususnya di KAJ akan menunggu keputusan kebijakan dari pemerintah. Ia meyakini, kebijakan yang ditetapkan pemerintah sudah melalui berbagai pertimbangan dan masukan dari berbagai pihak.

“Kami jemaat gereja katolik pasti akan menyesuaikan dengan keputusan pemerintah,” ucapnya. 

Sementara terkait persiapan menghadapi pelaksanaan peribadatan Natal, pihak gereja akan memperketat penerapan protokol kesehatan. Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, penyediaan tempat cuci tangan, hingga pemberlakukan jarak untuk jemaat di dalam gereja. 

Baca juga : BTN Siapkan Pembiayaan Hingga 250 Ribu Unit

“Kuota Jemaat kami batasi hanya 40 persen. Jadi umat yang hadir pada misa natal nanti harus daftar di website yang sudah terintegrasi dengan aplikasi peduli lindungi pak,” terang SJ Pastor Kepala Gereja Katedral Jakarta, Romo A. Hani Rudi Hartoko. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.