Dark/Light Mode

Dikabarkan Jadi Calon Panglima TNI

Yudo Tak Mau Berandai-andai

Jumat, 25 November 2022 08:00 WIB
KSAL Laksamana Yudo Margono. (Foto: dok. Antara).
KSAL Laksamana Yudo Margono. (Foto: dok. Antara).

 Sebelumnya 
Kabar penunjukan Laksamana Yudo sebagai Panglima TNI santer terdengar setelah Yudo bertemu Mensesneg Pratikno di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (21/11) lalu. Saat dikonfirmasi soal pertemuan itu, Yudo enggan berkomentar terlalu jauh.

“(Tidak mau jawab), pasti akan mengarah ke sana toh,” kata Yudo di Mabes AL, sehari kemudian.

Kemarin, Yudo kembali bicara soal kursi Panglima TNI lagi. Kali ini, jawaban dia lebih panjang. Yudo menyebut dirinya baru saja ditunjuk sebagai calon Panglima. “Kita tunggu saja, masih diajukan kemarin, katanya diajukan kata Mensesneg, kita tunggu saja tahap berikutnya,” kata Yudo, kepada awak media di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kemarin.

Baca juga : Pengganti Andika Masih Gelap Gulita

Mengenai penunjukan itu, Yudo mengaku tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi tahap selanjutnya. Dia tengah bersiap untuk menghadapi fit and proper test yang akan dilaksanakan di DPR.

Yudo menjelaskan, tidak ingin terlalu berandai-andai terkait penunjukan dirinya. Apalagi sampai memikirkan program apa yang akan dibuat setelah menjadi Panglima. “Nanti kita sampaikan ke teman-teman media,” ujarnya.

Apa kata pengamat soal penunjukan Yudo? Pengamat Militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan, tiga kepala staf TNI punya peluang menjadi Panglima menggantikan Andika. Namun, dibandingkan dengan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman dan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo, Yudo dinilai punya peluang paling besar untuk dipilih Presiden Jokowi sebagai Panglima TNI berikutnya. Soalnya belum ada Panglima TNI yang berasal dari lingkungan TNI AL sepanjang 2 periode kepemimpinan Presiden Jokowi.

Baca juga : Mantan Pemain Timnas Galang Dana Untuk Bantu Korban Gempa Cianjur

Jadi, Jokowi kemungkinan besar tak akan melewatkan momentum pengedepanan budaya pergiliran di antara ketiga Matra. “Karena kalau selama masa pemerintahan Presiden Jokowi, TNI AL tidak diberi kesempatan untuk mengisi pos Panglima, ini akan menimbulkan konflik. TNI AL diperlakukan ibarat anak tiri. Ini berpotensi menghadirkan kerawanan bagi soliditas TNI, terlebih stabilitas nasional,” jelasnya.

Warganet ikut mengomentari penunjukan Yudo. @pratman66 mengapresiasi pilihan Istana. “Pilihan yang tepat,” ujarnya.

Sementara, @RGumilangHP mengatakan, Yudo jadi Panglima TNI hanya satu tahun. “Ya masuk usia pensiun tahun depannya. Kaya pak Andika juga cuma setahun,” cuitnya. “Harusnya dari tahun sebelumnya jadi Pangalimanya,” samber @AnwarNaldi. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.