Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Rentetan Gempa Guncang Wilayah Sumedang, Begini Analisis Geologinya
Senin, 1 Januari 2024 06:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gempa M4,8 yang mengguncang wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Minggu (31/12/2023) pukul 20:34:24 WIB telah mengakibatkan 331 pasien RSUD Sumedang dievakuasi ke halaman gedung dan jalan raya.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak di darat pada koordinat 107,94 BT dan 6,85 LS. Jaraknya sekitar 1,5 km timur Kota Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Gempa magnitudo (M4,8) ini berada pada kedalaman 5 km.
Gempa M4,8 ini didahului oleh dua gempa, masing-masing pada pukul 14:35:34 WIB dengan magnitudo (M4,1) dan pukul 15:38:10 WIB dengan magnitudo (M3,4).
Stasiun USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman tidak mencatat kejadian ini.
Kondisi Geologi & Penyebab Gempa
Melalui laman resminya pada Senin (1/1/2024), Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) menjelaskan, pusat gempa bumi berlokasi di darat di wilayah Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.
Morfologi daerah sekitar pusat gempa merupakan dataran hingga dataran bergelombang, setempat lembah, perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal.
Berdasarkan data Badan Geologi, daerah Sumedang secara umum tersusun oleh tanah sedang (kelas D) dan tanah keras (kelas C).
Baca juga : Gubernur Jabar Pastikan RSUD Sumedang Dapat Perhatian Khusus
Secara umum, wilayah ini tersusun oleh endapan kuarter berupa batuan rombakan gunung api (breksi gunung api, lava, tuff) dan endapan danau. Sebagian batuan rombakan gunung api tersebut telah mengalami pelapukan.
Mengingat endapan kuarter cenderung bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated), dan memperkuat efek guncangan, wilayah ini rawan gempa bumi.
Selain itu, morfologi perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh batuan rombajan gunung api yang telah mengalami pelapukan, berpotensi memicu gerakan tanah yang dapat diakibatkan oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.
Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman dari data BMKG, gempa ini diperkirakan terjadi akibat aktivitas sesar aktif Cileunyi – Tanjungsari.
Sesar Cileunyi – Tanjungsari merupakan sesar mendatar mengiri. Sebarannya dimulai dari selatan Desa Tanjungsari, menerus ke timur laut hingga lembah Sungai Cipeles, dengan nilai laju geser berkisar antara 0,19 - 0,48 mm/tahun.
Dampak gempa bumi
Berdasarkan laporan awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat dan penduduk setempat, gempa Sumedang telah mengakibatkan bencana berupa kerusakan rumah penduduk di Kampung Babakan Hurip, Kelurahan Kotakaler; Kampung Rancapurut, Desa Rancamulya; Kecamatan Sumedang Utara dan Kecamatan Sumedang Selatan.
RSUD Sumedang mendapat perhatian khusus, karena bangunannya bertingkat.
Baca juga : Gempa M4,1 Guncang Sumedang, Getaran Terasa Sampai Kota Bandung
Menurut informasi BMKG dan penduduk setempat, guncangan gempa dirasakan di daerah Sumedang dengan skala intensitas antara III - IV Modified Mercalli Intensity (MMI).
Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah hingga tinggi.
Kejadian gempa ini tidak menyebabkan tsunami, karena lokasi pusat gempa bumi berada di darat.
Riwayat Gempa
Badan Geologi mencatat, wilayah Kabupaten Sumedang memiliki riwayat gempa merusak pada tahun 1972.
Tahun 2010, gempa Sumedang menimbulkan kecemasan bagi penduduk di daerah Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.
Tahun 2022, tercatat kejadian gempa M2,7 pada kedalaman 16 km.
Rekomendasi
PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari petugas BPBD setempat, serta tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan.
Baca juga : Gempa Tektonik M5,3 Guncang Pangandaran, Begini Penjelasan BMKG
Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi.
Penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan, diminta mengungsi ke tempat aman, sesuai dengan arahan petugas BPBD setempat.
Bangunan di Kabupaten Sumedang harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa, agar terhindar dari risiko kerusakan. Selain itu, juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
Mengingat wilayah Kabupaten Sumedang tergolong rawan gempa, upaya mitigasi gempa harus selalu ditingkatkan.
Kejadian gempa ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah, dan likuefaksi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya