Dark/Light Mode

Soal Konsesi Tambang

Jokowi Tak Mau Cuma Dinikmati Pengusaha

Minggu, 28 Juli 2024 08:26 WIB
Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (26/7/2024). (Foto: Biro Pers)
Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (26/7/2024). (Foto: Biro Pers)

 Sebelumnya 
Menindaklanjuti tawaran tersebut, Mu’ti menyebut bahwa Muhammadiyah telah membahasnya dalam rapat pleno pada 13 Juli 2024. Dalam rapat tersebut, Muhammadiyah setuju untuk menerima tawaran Bahlil untuk berbisnis tambang.

Terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif buka suara ihwal keputusan Muhammadiyah yang ingin berusaha tambang. Ketika ditanya oleh wartawan terkait apakah Pemerintah sudah memproses WIUPK untuk Muhammadiyah, Arifin menjawab singkat.

Menurut Arifin, proses perizinan ormas keagamaan mengelola tambang berada di Kementerian Investasi. “Kan sudah diurus sama Bahlil,” ucap Menteri ESDM Arifin Tasrif di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (26/7/2024).

Mahasiswa Demo Muhammadiyah

Baca juga : Hari Ini, Presiden Terbang Solo-IKN

Setelah PBNU, giliran Muhammadiyah yang jadi sasaran kritik usai menerima tawaran konsesi tambang dari pemerintah. Bahkan, Muhammadiyah jadi sasaran demo dari mahasiswa yang berasal dari sejumlah kampus miliknya.

Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus Muhammadiyah menggelar aksi demo di depan lokasi acara Konsolidasi Nasional Muhammadiyah di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Unisa Yogyakarta, Sabtu (27/07/2024). Aksi ini dilakukan untuk menyuarakan penolakan terhadap konsesi tambang yang diduga akan diterima oleh Muhammadiyah”

Para mahasiswa berdiri di seberang jalan depan Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Unisa Yogyakarta sambil membawa berbagai poster bertuliskan “Muhammadiyah Tolak Tambang” dan “Hidup-hidup lah Muhammadiyah, Jangan Hidup Dari Tambang”. Mereka juga melakukan orasi dengan menggunakan pengeras suara.”

“Walaupun kita percaya Muhammadiyah adil dalam mengelola tambang, tapi dosa ekologi menyebabkan satu permasalahan besar yang mungkin saja organisasi kemasyarakatan akan turut andil pada dosa ekologi,” ujar Siti Maulani, salah satu peserta aksi.

Baca juga : Anies Senang Kalau Didukung Banteng

Sementara itu, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla mendukung keputusan Muhammadiyah soal konsesi tambang. “Menurut kami, ini langkah yang cukup berani di tengah diskursus publik yang berkembang,” ucap, Dzulfikar dalam keterangannya.

Dzulfikar meyakini Muhammadiyah sudah melakukan kajian mendalam dan meluas tentang masalah IUP untuk ormas keagamaan. Baginya, wajar jika ada dinamika pro dan kontra di dalamnya.

“Namun, sebagai organisasi yang punya sistem kolektif yang baik, kami terus melakukan dialog dan konsolidasi untuk menentukan arah bersama,” sebut dia.

Sebelumnya, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief menyadari isu tambang ini sensitif. Apalagi, ketika publik mendengar bahwa Muhammadiyah menerimanya setelah dua bulan melakukan kajian. “Ke depannya saya nggak tau Muhammadiyah mau merambah apa lagi. Di sosial media itu sedang riweuh tarik tambang,” kata Hilman Latief, Jumat (26/7/2024).

Baca juga : Irjen Luthfi Dimutasi Ke Kemendag

Meski demikian, Muhammadiyah tidak baper dengan gunjingan netizen. Tarik ulur persoalan tambang menandakan sistem demokrasi di Indonesia hidup. “Kami menghargai karena saya melihat suara-suara yang masuk merupakan kecintaan kepada persyarikatan,” tandas Hilman.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 28 Juli 2024 dengan judul Soal Konsesi Tambang, Jokowi Tak Mau Cuma Dinikmati Pengusaha

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.