Dark/Light Mode

Perang Bintang Di Pilgub Jateng

Panglima TNI Anggap Semua Daerah Sama

Rabu, 4 September 2024 08:19 WIB
Panglima TNI, Agus Subiyanto. (Foto: Antara)
Panglima TNI, Agus Subiyanto. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto buka suara soal "perang bintang" di Pilgub Jawa Tengah (Jateng) karena diikuti oleh mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Andika Perkasa dan mantan Kapolda Jateng Komjen Ahmad Luthfi. Jenderal Agus memastikan, tidak ada pengamanan khusus di daerah tersebut. Dia menganggap, semua daerah sama.

Hal tersebut dikatakan Jenderal Agus kepada wartawan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/8/2024). Kehadiran Jenderal Agus di Gedung Parlemen untuk rapat dengan Komisi I DPR.

Usai rapat, Jenderal Agus diberondong pertanyaan oleh para wartawan. Salah satunya, soal perang bintang di Pilgub Jateng dan pengamanannya.

"Kita kewilayahan saja pengamanannya. Kita jaga sama-sama keamanan. Jadi, nggak ada pengamanan khusus di Pilkada Jateng," kata Jenderal Agus.

Menurut Jenderal Agus, status keamanan di seluruh wilayah pilkada stabil. Pengamanannya tidak ada yang dikencengin atau dikendorin. Personel TNI akan menjaga keamanan Pilkada Serentak 2024 dengan status sama. "Supaya kami lebih serius pengamanannya,” ucap eks Kepala Staf Anggaran Darat (KSAD) itu.

Baca juga : INA Digital Memudahkan Akses Untuk Masyarakat

Kata dia, TNI telah melakukan pemetaan terhadap tingkat kerawanan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, dia yakin Pilkada Serentak akan berlangsung aman. "Bukan cuma TNI yang jaga. Kepolisian dan masyarakat juga ikut bantu," jelas dia.

Hal senada dikatakan oleh Lutfhi. Irjen Kementerian Perdagangan itu, tidak setuju jika Pilgub Jateng dijuluki sebagai perang bintang. “Artinya bintang itu pangkat ya, kalau kita sudah daftarkan diri, tidak ada bintang lagi," kata Luthfi, usai konsolidasi di kantor DPW PKB Jateng, Selasa (3/9/2024).

Dia juga menyebut pesaingnya, Andika merupakan, sosok yang baik. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena masyarakat sudah dewasa menanggapi demokrasi.

"Pak Andika bagus, dari segi performance bagus. Saya dulu Kapolres, beliau mantan Danpaspampres, jadi tidak ada hal yang perlu dirisaukan,” ujarnya.

Saat ditanya strateginya agar menang di kandang banteng ini, Lutfhi menegaskan, tidak ada yang khusus. "Kerja saja," tegasnya.

Baca juga : Ingat, Sekarang Belum Waktunya Kampanye Ya!

Sebelumnya, Andika juga tak setuju Pilgub Jateng disebut sebagai perang bintang. Menurut dia, Pilgub Jateng merupakan kontentasi terbuka atas sosok dan program dari pasangan calon.

"Enggak lah, calonnya ada dua. Dan pasti kita berdua juga berusaha untuk memperkenalkan siapa kami, visi, misi program," kata Andika kepada wartawan di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (2/9/2024).

Netralitas Aparat

Sementara, Juru Bicara PDIP, Aryo Seno Bagaskoro menyatakan, rakyat berhak mendapatkan pilihan dari setiap kontestasi pemilihan umum. Semangat pemilihan umum adalah kedaulatan rakyat.

"Artinya netralitas aparat harus dijamin dan dijaga agar tidak ada oknum-oknum yang dimobilisasi untuk berpihak kemenangan calon tertentu," kata Seno kepada Rakyat Merdeka, Selasa (3/9/2024).

Baca juga : Dicari, Gubernur Yang Bisa Turunkan Polusi!

PDIP, tegas Seno, akan terus berupaya memastikan kepada semua pihak bahwa ajang pemilihan umum merupakan pesta rakyat. "Tidak ada sedikitpun niatan kami untuk melakukan pembenturan institusi manapun. Termasuk di Jateng," tambah Seno.

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menghormati pernyataan Panglima TNI yang akan memberikan perlakuan dan pengamanan yang sama pada semua daerah. "Ini sebagai tanda sekaligus komitmen yang kuat dari TNI untuk bersikap netral dan profesional dalam merespon dinamika Pilkada serentak 2024," tegas Kamhar.

Di sisi lain, Pengamat Politik dari Universitas Airlangga, Prof Kacung Marijan menilai, Pilkada Jateng menjadi menarik bukan karena figur jenderal yang akan bertarung. Melainkan karena persaingan memperebutkan basis PDIP.

Untuk diketahui, Pilgub Jateng diikuti oleh dua pasang calon, yaitu Andika Perkasa yang berpasangan dengan Hendrar Prihadi. Pasangan ini didukung PDIP. Kemudian Komjen Ahmad Luthfi yang berpasangan dengan Taj Yasin yang didukung Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.