Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Udara Jakarta Masuk Zona Merah
Dicari, Gubernur Yang Bisa Turunkan Polusi!
Rabu, 4 September 2024 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta menjadi kesempatan warga untuk menemukan pemimpin yang mampu memperbaiki kualitas udara. Oleh karena itu, misi dan visi mereka kini tengah dipelototin publik.
Polusi udara di Jakarta menjadi masalah serius yang harus segera ditangani karena membahayakan kesehatan warga. Bahkan, berpotensi menyebabkan kematian. Dalam beberapa hari ini, situs pemantau kualitas udara, IQAir, menempatkan pusat perekonomian nasional ini di urutan teratas sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.
Pada Senin (2/9/2024), pukul 08.00 WIB, saat jam sibuk, IQAir menempatkan Jakarta di urutan kedua terburuk di dunia, dengan Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) di angka 160. Jakarta berada di zona merah, kualitas udara tidak sehat. Udara Jakarta hanya lebih baik dari Kinshasa, Kongo dengan AQI di angka 199.
Baca juga : Jelang Kontra Arab Saudi, Tim Garuda Siap Tempur
Namun tiga jam kemudian, pukul 11.00 WIB, AQI Jakarta mulai membaik, yakni di angka 142. Peringkat Jakarta turun, menjadi kota kelima di dunia dengan kualitas udara terburuk. Jakarta berada di zona oranye, tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Tidak sehatnya kualitas udara Jakarta sudah terjadi cukup lama. Bahkan di saat pandemi Covid-19. Data IQAir. AQI Jakarta selalu berada di atas 100. Rinciannya, Jumat (30/8/2024) AQI Jakarta berada di angka 121, Sabtu (31/8/2024) berada di angka 113 dan Minggu (1/9/2024) di angka 107.
Masih buruknya kualitas udara Jakarta ini menjadi sorotan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Taufik Zoelkifli.
Baca juga : Tenis US Open 2024, Aldila Dan Boppana Menyala
Dia menyebut, penanganan polusi udara ini harus dilakukan secara komprehensif, melibatkan tetangga Jakarta. Karena, Jakarta dikelilingi oleh provinsi lain, Banten dan Jawa Barat.
“Sehingga (sumber polusi) dari daerah lain harus diperhitungkan. Mudah-mudahan nanti ketika sudah resmi menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ), polusi dari Bekasi, Tangerang bisa dikoordinasikan,” harap Taufik kepada Rakyat Merdeka, Senin (2/9/2024).
Taufik bilang, butuh penanganan jangka panjang untuk mengatasi polusi udara ini. Dari analisis dan penelitian, polusi Jakarta didominasi oleh sumber bergerak, dari kendaraan bermotor.
Baca juga : Laras Gartiana, Akui Chat Mesum Kekasih Nabila
“Polusi dari kendaraan bermotor yang harus diturunkan. Bagaimana mengurangi kemacetan, macet itu yang membuat polusi meningkat,” ujarnya.
Untuk mengurangi kemacetan itu, sambung dia, penggunaan kendaraan pribadi harus dikurangi.
“Bagaimana supaya warga mau naik transportasi publik? Layanannya harus diperbaiki. Jumlah dan jangkauannya juga harus diperbanyak serta diperluas. Seperti Transjakarta, MRT, LRT, Jaklingko,” ucapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya