Dark/Light Mode

Percepat Eliminasi Malaria Di Kabupaten Mimika, Kemenkes Luncurkan Inovasi “Tempo Kas Tuntas”

Jumat, 20 September 2024 09:15 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin (kedua kanan) saat meluncurkan inovasi program percepatan eliminasi malaria TEMPO KAS TUNTAS di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. (Foto: Dok. Kemenkes)
Menkes Budi Gunadi Sadikin (kedua kanan) saat meluncurkan inovasi program percepatan eliminasi malaria TEMPO KAS TUNTAS di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. (Foto: Dok. Kemenkes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin secara resmi meluncurkan inovasi program percepatan eliminasi malaria "TEMPO KAS TUNTAS" di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Rabu (18/9/2024).

Peresmian ini dilakukan bersamaan dengan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Papua Tengah. Peresmian ditandai dengan pemukulan Tifa, alat musik khas daerah timur, oleh Menkes bersama Pj. Gubernur Papua Tengah Dr. Ribka Haluk, dan Pj. Bupati Mimika Valentinus Sudarjanto Sumito.

Pada kesempatan itu, Menkes menekankan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat dengan memahami pola penyakit dan pola penyebarannya pada populasi tertentu di suatu daerah agar dapat mencegahnya melalui upaya promotif dan preventif.

“Tugas kita itu menjaga masyarakat supaya tetap sehat. Jadi, kita harus tahu pola penyakitnya, pola epidemiologinya, sehingga dapat melakukan pencegahan. Karena strategi kesehatan paling benar itu seharusnya melalui upaya promotif dan preventif. Dari segi biaya, jauh lebih murah. Dari sisi kualitas hidup, juga jauh lebih baik,” jelas Menkes, seperti keterangan yang diterima RM.id, Jumat (20/9/2024).

Baca juga : Kemenkominfo Gencarkan Informasi Ibu Kota Nusantara Ke Publik

Pada 2023, kasus malaria di Indonesia tercatat sebanyak 418.546 kasus. Jumlah tersebut menjadikan malaria sebagai penyakit menular dengan angka kasus tertinggi kedua setelah tuberkulosis (TBC).

“Malaria ini termasuk penyakit menular dengan angka kasus tertinggi kedua di Indonesia setelah TBC. Maka, perlu kita lakukan upaya pencegahan supaya masyarakat itu jangan sampai sakit,” ujar Menkes

Ia juga menyampaikan upaya pencegahan malaria yang dapat dilakukan, mulai dari edukasi hingga skrining untuk mengurangi faktor risiko.

“Edukasi pencegahan malaria dapat dilakukan mulai dari mengajak masyarakat untuk memasang kelambu saat tidur, menggunakan losion anti-nyamuk, minum obat secara massal (momal) untuk mencegah komunitas tersebut terkena malaria, serta rajin melakukan skrining melalui tes RDT sehingga dapat mengurangi faktor risiko apabila terkena malaria,” ungkap Menkes.

Baca juga : Kemenkes Gencarkan 6 Transformasi Kesehatan

Program percepatan eliminasi malaria diberi nama Tempo Kas Tuntas, yang merupakan singkatan dari Tanggulangi Eliminasi Malaria melalui Periksa darah, Obati dan Awasi Kepatuhan Pengobatan Sampai Tuntas.

Inovasi ini berfokus pada intervensi pada manusia dan vektor melalui upaya penemuan kasus, pengobatan sesuai standar, pengawasan konsumsi obat sampai tuntas, pemantauan pasca-pengobatan, serta intervensi vektor pada daerah dengan kasus positif.

Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Yudhi Pramono mengungkapkan, penurunan kasus malaria di kabupaten/kota di Tanah Papua akan berdampak signifikan pada penurunan angka kasus malaria di seluruh Indonesia, yang pada akhirnya berkontribusi pada capaian eliminasi malaria secara nasional.

“Percepatan penurunan kasus secara intensif akan segera dilakukan dengan cara peningkatan penemuan kasus, pengobatan tuntas, dan pengendalian vektor secara terpadu, serta pemberdayaan masyarakat di wilayah tinggi kasus malaria,” ujar Plt. Dirjen dr. Yudhi.

Baca juga : Kendalikan Inflasi Pangan Di Jawa, BI Luncurkan Aplikasi Senopati Dan Semar

Sementara itu Pj. Gubernur Papua Tengah Dr. Ribka Haluk juga menyampaikan harapannya atas peresmian program inovasi Tempo Kas Tuntas di wilayah Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Mimika.

Ia mengatakan, eliminasi malaria menjadi fokus kita. Papua Tengah jadi salah satu wilayah dengan kasus malaria yang masih tinggi.

"Perlu adanya kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah pusat dan daerah, juga dukungan dari organisasi internasional untuk mewujudkan wilayah Papua bebas malaria,” ujar  Ribka.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.