Dark/Light Mode

Kapuspen TNI: Pembebasan Pilot Susi Air Hasil Koordinasi Aparat dan Dukungan Warga

Sabtu, 21 September 2024 14:57 WIB
Pilot Susi Air Philips Mark Martens (kiri). (Foto: Istimewa)
Pilot Susi Air Philips Mark Martens (kiri). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pilot Susi Air Philips Mark Martens, yang selama ini disandera kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM), telah berhasil dibebaskan. Kapuspen TNI Mayjen Hariyanto menerangkan, pembebasan ini merupakan hasil upaya negosiasi yang intensif antara aparat keamanan TNI, Polri, dengan pihak-pihak terkait lainnya.

"Kami sangat bersyukur bahwa sandera, pilot Susi Air, telah berhasil dibebaskan dengan selamat. Ini adalah buah dari koordinasi yang baik antara TNI, Polri, dan dukungan masyarakat serta pihak-pihak lain yang terlibat dalam keberhasilan ini," ucap Kapuspen, dalam keterangannya, Sabtu (21/9/2024).

Baca juga : Momen Bahagia Pilot Susi Air Philip Mehrtens Video Call Dengan Istri

Kapuspen menekankan, keselamatan sandera menjadi prioritas utama. TNI sejak awal berkomitmen untuk melakukan segala upaya guna memastikan keselamatan sandera.

"Kami mengapresiasi kesabaran dan dukungan dari keluarga korban selama proses ini berlangsung," lanjutnya.

Baca juga : AHY: Reforma Agraria Berperan Dalam Pembangunan Berkelanjutan Di 2030

Selain itu, Kapuspen juga menegaskan, TNI akan terus berkomitmen menjaga keamanan di wilayah Papua, serta memastikan bahwa tindakan-tindakan yang mengancam keamanan dan stabilitas nasional akan ditangani dengan tegas.

Pilot Susi Air yang telah dibebaskan kini berada dalam kondisi yang stabil. Saat ini, pilot asal Selandia Baru tersebut tengah menjalani beberapa tretment. Antara lain, pemeriksaan medis psikologi dan pengambilan keterangan awal, kemudian persiapan untuk di terbangkan ke Jakarta, menggunakan pesawat Boeing TNI AU.

Baca juga : Bamsoet: Kehadiran Paus Sebuah Kehormatan dan Penghormatan bagi Indonesia

Pilot Susi Air Philip Mark Martein disandera selama 1 tahun 7 bulan, sejak tanggal 7 Februari 2023 oleh OPM Kodap 3 Dugama, pimpinan Egianus Kogoya.

"Kami berharap kejadian ini tidak terulang kembali, dan semua pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan situasi damai di Papua," tutup Kapuspen TNI.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.