Dark/Light Mode

Bangun Kebun Sawit, Koperasi Iska Bekai Mudahkan Akses Mobilitas Warga

Kamis, 1 Agustus 2024 08:37 WIB
Bangun Kebun Sawit, Koperasi Iska Bekai Mudahkan Akses Mobilitas Warga

RM.id  Rakyat Merdeka - Koperasi Iska Bekai bulan ini memulai pembangunan kebun sawit masyarakat di Kampung Salam Epe dan Nakias, Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke.

Sebagai langkah awal, proses pembangunan kebun sawit dimulai dengan pembuatan jalan yang menghubungkan akses masyarakat dari area kebun ke kampung sekitar. Jalan yang dibangun mengikuti batas HGU koperasi sebelah selatan.

Sebelumnya, Bupati Merauke telah memberikan dukungan tertulis pembangunan akses jalan ini secara bertahap dengan memperhatikan peraturan yang berlaku.

Ini sesuai dengan usulan dari Kepala Kampung Nakias, Salam Epe dan Tega Epe, yang meminta dibangun akses jalan penghubung. Tujuannya untuk memperlancar akses dan mobilitas masyarakat.

"Selain itu juga dapat menekan biaya transportasi yang selama ini bergantung pada transportasi sungai,” ujar Ketua Koperasi Iska Bekai, Abraham E. Yolmen di Merauke, dalam keterangannya, Kamis (1/8/2024).

Baca juga : Sebulan Operasi, Satgas Sukses Tekan 50 Persen Akses Ke Judi Online

Permintaan serupa juga disampaikan oleh atas nama masyarakat Kampung Banam Epe dan Salam Epe, yang diketahui Pemerintah Distrik Ngguti dengan tembusan Bupati Merauke dan dinas terkait, seperti Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Merauke, Dinas Pertanian Kabupaten Merauke, dan Dinas PUPR Kabupaten Merauke.

Menurut Abraham E. Yolmen, untuk menindaklanjuti usulan ini, pengurus koperasi telah mengeluarkan surat tugas ke PT Ike Sejahtera Abadi (ISA) selaku kontraktor.

PT ISA untuk membangun pembuatan jalan penghubung dengan mengikuti peraturan pemerintah yang berlaku.

Koperasi Iska Bekai merupakan koperasi mandiri berbasis hak ulayat masyarakat adat. Koperasi yang didirikan pada 13 Februari 2016.

Bulan Agustus ini mengumumkan akan memulai pembangunan kebun sawit berbasis masyarakat adat pada area Hak Guna Usaha (HGU) seluas 5.627,33 hektar.

Baca juga : Sudirman Said Beri Motivasi Anak Muda Giatkan Advokasi Kebijakan Lingkungan

“Tahap pertama, kami akan membangun dulu 1.000 hektar,” kata Abraham.

Sebagai lembaga usaha mandiri, Koperasi serba usaha Iska Bekai telah mengelola manajemen keuangan dan manajemen sumber daya manusia secara mandiri.

Pembangunan kebun sawit ini diharapkan akan meningkatkan kemampuan usaha koperasi dan kesejahteraan anggota serta masyarakat sekitar area kebun sawit. Terutama masyarakat di empat kampung di Distrik Ngguti, yaitu Salam Epe, Nakias, Taga Epe, dan Ihalik.

Sebelumnya, pada saat pertemuan dengan media pertengahan Juli 2024, perwakilan dinas dari Pemerintah Kabupaten Merauke dan Provinsi Papua Selatan telah menyatakan dukungan pada upaya dari Koperasi Iska Bekai dalam pembangunan kebun sawit secara mandiri ini.

“Kami turut mendukung capaian ini. Karena ini merupakan sebuah perkembangan yang baik. Harapan kami dari pemerintah agar Koperasi Iska Bekai bisa menerapkan praktek perkebunan yang baik, dan semoga usaha koperasi ini bisa berjalan lancar dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat sekitar, ujar pemangku dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Merauke, Meriana, S.Sp.

Baca juga : INKOPPAS Dorong Koperasi Kelola Pengelolaan Aset Bisnis Di Pasar

Sementara itu Kepala Bidang Perencanaan, Dinas Kehutanan Provinsi Papua Selatan Yuri Rena, mengatakan bahwa lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kebun sawit oleh Koperasi Iska Bekai ini sudah sesuai dengan peruntukkannya.

Dukungan juga datang dari Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Merauke Miftakhul Azizah.

 “Kami berharap Koperasi Iska Bekai dapat mewujudkan manfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya masyarakat dari 17 marga di Distrik Ngguti yang menjadi anggota koperasi,” ujar Azizah.

Komitmen Lestari Edward Ginting, Manajer PT Tritama Lestari, perusahaan pendamping Koperasi Iska Bekai dalam pembangunan kebun sawit mengatakan, kebun sawit ini akan dikerjakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip perkebunan berkelanjutan (sustainability) dan tata kelola yang baik (good governance).

“Termasuk pembangunan akses jalan ini, sesuai usulan kepala kampung setempat, tokoh masyarakat dan dukungan Bapak Bupati Merauke,” pungkas Edward.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.