Dark/Light Mode

Gus Irfan, Kader Gerindra Yang Dinilai Pantas Duduki Kursi Menag

Selasa, 24 September 2024 08:29 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Ketua Umum GEMIRA KH. Irfan Yusuf Hasyim (Gus Irfan). Foto: Istimewa
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Ketua Umum GEMIRA KH. Irfan Yusuf Hasyim (Gus Irfan). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Gerakan Muslim Indonesia Raya (GEMIRA), sayap Partai Gerindra, yang berlangsung di Jakarta, 21-22 September 2024, menghasilkan sejumlah rekomendasi.

Salah satunya yakni mengusulkan agar Presiden terpilih Prabowo Subianto memilih kader Partai Gerindra sebagai Menteri Agama (Menag) di kabinet Pemerintahan mendatang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP GEMIRA H. Sudarto SM mengungkapkan, pihaknya mengusulkan berbagai program kerja strategis untuk mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam Rekomendasi Rapimnas I.

Baca juga : Kadin Ganti Ketum, Jokowi: Jangan Bola Panasnya Disorong Ke Saya

Rekomendasi lainnya, GEMIRA juga mengusulkan kepada Prabowo memilih tokoh dan kader Partai Gerindra sebagai Menteri Agama (Menag) RI.

"Menteri Agama di Kabinet Pemerintahan Pak Prabowo dan Mas Gibran mendatang alangkah baiknya berasal dari kader Partai Gerindra. Partai Gerindra tak kekurangan stok tokoh kiai dan agamawan yang tepat untuk mengisi kursi Menag," ujarnya Mas Darto, sapaan karibnya saat penutupan Rapimnas I GEMIRA di Jakarta, Minggu (22/9/2024).

Lantas siapa nama kader Partai Gerindra yang pantas menjabat sebagai Menag? Ketua Umum Jaringan Majelis Yasinan Nusantara (Jayanusa) Idham Cholid melihat, tokoh tersebut tak lain adalah KH. Irfan Yusuf Hasyim (Gus Irfan), Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Ketua Umum GEMIRA.

Baca juga : Masyarakat Berperan Penting Dalam Transisi Energi

Idham membeberkan sejumlah alasannya. Pertama Gus Irfan merupakan representasi nahdliyyin tulen. Gus Irfan adalah putra KH. Yusuf Hasyim, yang berarti cucu langsung dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussyekh KH. Hasyim Asy'ari.

Kedua, Gus Irfan berangkat dari pesantren Tebuireng, Jombang. Sebagai pengasuh Ponpes dan Kiai, tentu tak diragukan lagi integritas dan kapasitasnya. Bahkan menurut KH. Musta'in Syafi'i, kiai sepuh dan Dewan Masyayikh Tebuireng, Gus Irfan adalah sosok yang terjaga.

"Mampu menahan diri dari perbuatan jelek dan tak pantas, selalu bisa menjaga kehormatan diri," tutur Idham.

Baca juga : Peruri Gelar Pelatihan Vokasional Bagi Penyandang Disabilitas Di Karawang

Selain itu, sebagai politisi, Gus Irfan sosok yang netral dan bijaksana. Tak pernah terdengar terlibat konflik politik, apalagi di sesama tokoh lingkungan nahdliyin.

Gus Irfan selalu bersikap ngemong dan setia pada kemaslahatan umat. Pandangan dan sikapnya, juga inklusif.

"Sangat disayangkan jika antar elite tokoh agama, masih suka ribut sendiri. Sebagai alumni Tebuireng, tentu saya sangat bergembira jika dari dzuriyat Hadratussyekh benar-benar dipercaya berkhidmat di Pemerintahan," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.