Dark/Light Mode

Ketumnya Rame-rame Dipilih Aklamasi

Suksesi Di Partai Kurang Menarik

Selasa, 27 Agustus 2024 08:00 WIB
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh berpidato saat pembukaan Kongres ke-III Partai Nasdem di Jakarta, Minggu (25/8/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/YU)
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh berpidato saat pembukaan Kongres ke-III Partai Nasdem di Jakarta, Minggu (25/8/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/YU)

RM.id  Rakyat Merdeka - Empat parpol pendukung pemerintah: Golkar, PAN, PKB, dan NasDem, sama-sama menggelar kongres dalam waktu berdekatan. Acaranya digelar meriah. Ada yang di Jakarta, ada juga yang di luar Jakarta. Namun, ajang suksesi itu, terlihat kurang menarik karena pemilihan ketumnya rame-rame dilakukan secara aklamasi. Tak ada perlawanan sengit atau tarung gagasan dan dukungan. Apakah ini menunjukkan budaya musyawah mufakat sedang booming, atau sebenarnya kaderisasi di partai yang mandek? Sehingga yang layak jadi ketum hanya itu lagi, itu lagi...

Partai yang duluan menggelar suksesi adalah Golkar. Partai berlambang pohon beringin ini menggelar Munas Luar Biasa (Munaslub), setelah Airlangga Hartarto mundur dari jabatan ketua umum.

Sepekan setelah Airlangga mundur, Golkar menggelar Munaslub pada 20-21 Agustus 2024. Bahlil Lahadalia terpilih sebagai Ketum Golkar secara aklamasi. Mulusnya jalan Bahlil menuju puncak beringin, karena memang tak ada nama lain yang muncul sebagai penantang.

Setelah Golkar, giliran PAN yang menggelar Kongres ke-6 di Jakarta, tanggal 23-24 Agustus 2024. Zulkifli Hasan terpilih kembali sebagai ketua umum periode 2024-2029. Seperti Bahlil di Golkar, Zulhas-sapaan Zulkifli juga tak memiliki pesaing.

Baca juga : Gunakan Teknologi Digital, Pemerintah Dongkrak Kualitas Warga Di IKN

Usai PAN, giliran PKB menggelar Muktamar ke-6 di Bali, tanggal 24-25 Agustus 2024. Lagi-lagi, pemilihan ketum di PKB juga dilakukan secara aklamasi. Muhaimin Iskandar atau Cak Imin terpilih sebagai Ketum tanpa ada pesaing dari kalangan internal.

Terakhir, giliran NasDem yang menggelar Kongres. Hari ini (27/8/2024) rencananya, agenda Kongres ke-III NasDem di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta akan memilih ketua umum baru. Namun, melihat dukungan dari seluruh pengurus yang ada, sudah bisa dipastikan, Surya Paloh akan kembali dipilih sebagai Ketum secara aklamasi.

“38 DPW bersepakat. Mereka meminta aklamasi untuk Pak Surya. Cuma, kami punya mekanisme kepartaian, majelis tinggi. Besok (hari ini), akan diputuskan,” kata Ketua Stering Commitee (SC) Kongres III Partai NasDem, Willy Aditya, Senin (26/8/2024).

Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menegaskan, seluruh DPP, DPW, DPC, dan sayap partai mendukung Paloh untuk memimpin kembali NasDem. Sebab, kepemimpinan Paloh dibutuhkan untuk mencapai target NasDem: minimal jadi runner up Pileg 2029.

Baca juga : Rekomendasi Muktamar VI PKB, Preshold Cukup 10 Persen

“Tidak ada calon, meskipun kami mulai memiliki kader yang cukup mumpuni, tapi kecintaan dan kepercayaan seluruh kader masih bertumpu pada beliau,” tutur Irma.

Fenomena aklamasi dalam suksesi kepemimpinan di partai mendapat kritik dari Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin. Menurutnya, suksesi partai jadi berkualitas jika ada kompetisi, rivalitas, yang bisa terjadi jika ada kandidat lain.

“Karena tidak ada kandidat lain, dan menganggap kuat, atau didukung Pemerintah, saya melihat suksesi di partai jadi tidak menarik,” ulas Ujang.

Ujang menyebut, dalam konteks demokrasi, kompetisi seharusnya melahirkan kompetisi yang sehat. Faktanya, saat ini tidak ada lawan tanding, sehingga suksesi datar-datar saja.

Baca juga : Pangan Lokal Perkuat Makan Bergizi Gratis

“Biasa-biasa saja, tidak menarik. Hari ini begitu fenomenanya, praktis saja, agar kelihatannya tidak lama-lama, tidak berdarah-darah,” ucap Ujang.

Ia juga menyoroti waktu suksesi partai yang cenderung bersamaan. Dia curiga, ada tekanan politik dari luar yang membuat parpol rame-rame gelar kongres jelang pendaftaran Pilkada 2024. “Mungkin ada intervensi dan takut dikerjain,” pungkasnya.

Namun, partai-partai membantah pemilihan ketum secara aklamasi karena tidak ada demokrasi. Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono mengatakan, aklamasi di Munaslub Golkar tak bisa dihindarkan. Lagipula, keputusan tersebut sudah terang benderang.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.