Dark/Light Mode

Ibas: Perempuan Berperan Penting Memajukan Bangsa Indonesia

Kamis, 31 Oktober 2024 16:53 WIB
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono. (Foto: Ist)
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menyampaikan pentingnya kehadiran perempuan berdaya dan perlunya mengoptimalkan pemberdayaan perempuan Indonesia. 

Hal tersebut disampaikan Ibas ketika menjadi pembicara dalam Webinar Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) dengan topik ‘Peran Parlemen Dalam Mempersiapkan Generasi Perempuan yang Tangguh’, Kamis (31/10/2024). 

“Kita ingin perempuan berdaya atau berdayakan perempuan lebih?” tanya Ibas.

Ibas kemudian mengajak untuk melihat perempuan Indonesia dahulu, kini, dan masa depan. Dimulai dari sejarah dan cita-cita bangsa. 

Baca juga : 537 Perusahaan Kelapa Sawit Beroperasi Tanpa HGU, Menteri Nusron: Bakal Disanksi!

“Segudang tantangan pernah dialami oleh perempuan Indonesia, mulai dari keterbelakangan, berjuang melawan kebodohan, mengejar kesejajaran dalam membangun Negeri,” ungkap Ibas. 

Beberapa pahlawan yang disebutkan Ibs mulai dari Cut Nyak Dien dengan kegigihannya melawan pasukan Belanda. Raden Ajeng Kartini yang berjuang atas kesetaraan hak perempuan untuk meraih pendidikan. Hingga Dewi Sartika mengajari mereka membaca, menulis, berhitung, menjahit, hingga mengajarkan pelajaran agama.

“Untuk itu pertanyaannya inginkah kita perempuan berdaya? Perempuan berdaya buat saya adalah mereka yang paham dan sadar akan (value) nilai diri mereka sendiri,” ungkap Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini. 

Menurut Ibas perempun berdaya adalah mereka yang sadar benar atas potensi yang mereka punya dan mereka tidak ragu untuk menjadi sosok yang mereka inginkan apapun profesinya apapun bidangnya. 

Baca juga : PNM Dan PIP Dorong Petani Perempuan Terampil Finansial

“Berkembang, berdaya, bukan berarti bisa segala galanya sendiri. Bukan berarti arogan dan bisa menang dan tidak butuh dukungan dari orang lain.” 

“Melainkan mereka yang bersyukur karena berdaya, bisa bernalar dengan baik dan mengakui bahwa mereka berdaya karena ada dukungan lingkungan yang membuat perempuan berdaya itu  semua menjadi lancar, sukses dan bahagia,” tutur Ibas lebih lanjut. 

Setelah itu, Ibas kemudian menanyakan ‘perlukah kita memberdayakan perempuan lebih?’ 

“Jawabannya YA. Kuncinya dengan pendidikan dan kasih sayang. Perempuan mempunyai posisi penting dalam keluarga yakni sebagai pendidik pertama dan utama.”

Baca juga : LAN Bareng J Clair Sharing Penanganan Stunting Di Jepang dan Indonesia

“Perempuan juga berperan pula dalam pendidikan formal dan nonformal yang mengajarkan akidah, ibadah, akhlak, ilmu pengetahuan umum, dan kasih sayang,” ungkapnya. 

Sehingga menurut Ibas, hal sederhana kalau dalam konteks Parlemen dan Pemerintahan, perempuan dapat turut mengawal anggaran 20 proses pendidikan dari APBN. 

Perempuan juga berperan aktif dalam mengawal Program Kartu Indonesia Pintar, Uang Kuliah Tunggal UKT dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP Pendidikan) serta bantuan Pendidikan lainnya

“Sehingga mengenai adanya buta literasi dan anak anak putus sekolah bisa dapat kita atasi dan berantas,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.