Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
LAN Bareng J Clair Sharing Penanganan Stunting Di Jepang dan Indonesia
Selasa, 29 Oktober 2024 20:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Digitalisasi adalah salah satu hal yang menjadi prioritas Pemerintah sebagai enabling factor untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh birokrasi, termasuk untuk membangun kualitas SDM unggul melalui layanan ibu dan anak.
Hal ini diungkapkan Pelaksana Tugas Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Muhammad Taufiq, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Seminar Indonesia-Jepang Exchange Knowledge bertema "Digitalization Of Public Services By Local Governments Indonesia and Japan's Experiences In Reforming Digital Services To Ensure Maternal And Child Health As Well As Overcoming Stunting Issue" diselenggarakan secara blended, Selasa (29/10/2024).
Taufiq mengatakan, digitalisasi dalam penanganan stunting yang berfokus kepada layanan ibu dan anak, mampu meningkatkan akurasi dan kecepatan dalam memperoleh data.
"Dengan demikian keputusan dan kebijakan dapat dilakukan dengan lebih baik. Di samping itu tentunya dengan digitalisasi akan peningkatan akses dan penyebaran informasi terkait kesehatan ibu dan anak dapat dilakukan secara lebih luas dan cepat," ujar Taufiq.
Ia juga mengingatkan, teknologi hanya alat untuk mencapai keberhasilan. Namun, hal yang tidak kalah penting adalah para pimpinan-pimpinan birokrasi yang memiliki mindset kolaboratif, dan kemampuan berpikir holistik serta costumer centris.
Apabila kedua hal tersebut dapat digabungkan dengan baik, maka transformasi digital di dalam birokrasi akan segera terwujud.
Seminar ini, katanya, merupakan sarana untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik antara Indonesia dan Jepang dalam memperkuat digitalisasi layanan publik.
Baca juga : HSP 2024, Kemenpora: Sinergi Pemuda Agar Maju Bersama Indonesia Raya
"Terutama dalam mendukung kesehatan ibu dan anak serta mengatasi permasalahan stunting," jelas Taufiq.
Menyikapi hal tersebut, Deputi Bidang Kajian dan Inovasi Administrasi Negara LAN Tri Widodo menjelaskan, untuk mengatasi stunting dan meningkatkan kesehatan masyarakat perlu pendekatan lintas sektor, kolaborasi antar Pemerintah, serta penguatan kapasitas aparatur hingga peningkatan literasi digital masyarakat.
Seminar ini akan menghasilkan beberapa alternatif rekomendasi yang dapat dipelajari bersama. Di antaranya, meningkatkan koordinasi antar lembaga, pemanfaatan big data secara efektif untuk kebijakan berkualitas.
Serta penguatan kolaborasi berbagai pihak untuk berbagi pengetahuan dan teknologi, sehingga membawa dampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Deputy Director International Affairs Office Ministry of Internal Affairs and Communications, Japan, Tagashira Shinji menyampaikan, knowledge exchange ini dilaksanakan dalam rangka menjawab berbagai tantangan dalam administrasi lokal yang selama ini dihadapi kedua negara.
Hal ini juga sebagai upaya mempererat hubungan serta memupuk pertukaran pengetahuan antara Jepang dan Indonesia.
Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, ada beberapa kebijakan penting seperti pengembangan sistem makan siang sekolah, yang terkait dengan tema-tema yang akan dipresentasikan hari ini.
Baca juga : Penyelarasan Kehidupan Yang Harmonis Berdasarkan Ideologi Pancasila
"Jadi topik-topik seperti kesehatan ibu dan anak adalah tema yang penting bagi kedua belah pihak. Kami bukan hanya menyampaikan pengetahuan dan praktik baik dari Jepang ke Indonesia melainkan juga mendapatkan ilmu di Indonesia untuk dapat diterapkan di Jepang," kata Tagashira.
Minister Embassy of Japan in Indonesia, Hoshin Daisuke menyebutkan, Jepang dan Indonesia memiliki kesamaan yaitu negara maritim yang dikelilingi oleh laut dan kaya akan sumber daya alam.
Pihaknya akan terus mendorong adanya pertukaran pengetahuan dan pengalaman di berbagai bidang seperti industri ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi pendidikan dan budaya.
Seminar ini diharapkan dapat berkontribusi pada penyelesaian isu masalah yang dihadapi oleh masing-masing pemerintah daerah.
"Dan akan menjadi kesempatan yang mengarah pada pertukaran informasi yang berkelanjutan di masa depan untuk membangun fondasi administrasi yang kuat baik di Jepang maupun di Indonesia," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut hadir narasumber dari Pemerintah Daerah di Indonesia dan Jepang.
Director for Child-raising Support Division, Kitakyushu City, Nakahara Naoko, memaparkan tentang kegiatan kesehatan ibu dan anak berbasis buku kesehatan ibu dan anak serta inisiatif transformasi digital /DX di Kota Kitakyushu.
Baca juga : Kilang Pertamina Internasional Dukung Peta Jalan Transisi Energi Indonesia
Kemudian ada Director of Children Welfare Department Hirakata City, Tanaka Yuko yang mempresentasikan “Masa Depan Pangan dan Anak: Makna Keberadaan Kantin Anak di Kota Hirakata, Prefektur Osaka”.
Dalam acara tersebut, hadir pula Sekretaris Daerah Kota Cilegon, H Maman Mauludin.
Ia menyampaikan strategi penanganan stunting di Kota Cilegon yang dilakukan, salah satunya melalui Intervensi gizi spesifik yang ditujukan kepada anak dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Selanjutnya Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Ikhsan yang menyampaikan Strategi Penanganan Stunting di Kota Surabaya.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut Director Kochi Representative Office in Singapore, Nishimori Hiroto, Executive Director, J-Claire Singapore, Takano Kazuki dan Grand Management Lead for Learning Environment Tanoto Foundation, Ansila.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya