Dark/Light Mode

Pasca Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Pemerintah Siapkan Relokasi Warga Terdampak

Kamis, 7 November 2024 21:30 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (tengah) dalam Konferensi Pers Update Penanganan Darurat Bencana Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Kamis (7/11/2024). (Foto; Dok BNPB)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (tengah) dalam Konferensi Pers Update Penanganan Darurat Bencana Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Kamis (7/11/2024). (Foto; Dok BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mulai menyiapkan relokasi bagi warga terdampak erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dalam Konferensi Pers Update Penanganan Darurat Bencana Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Kamis (11/7/2024).

Opsi relokasi ini merupakan hasil kajian dari tinjauan Kepala BNPB bersama dengan Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), Hadi Wijaya di Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur pada hari sebelumnya. Desa ini terletak 4km dari puncak Lewotobi Laki-laki.

Baca juga : Sejumlah Gunung Api Alami Peningkatan Aktivitas Vulkanik Hari Ini

Diketahui dari jejak lontaran material vulkanik pada erupsi pada 4 November lalu, salah satunya menyisakan lubang dengan diameter 13 meter dengan kedalaman empat meter.

Suharyanto mendorong tim penanganan bencana erupsi Gunung api Lewotobi Laki-laki untuk memulai langkah rehabilitasi dan rekonstruksi tanpa menunggu masa tanggap darurat selesai.

Pada saat ini tim satgas penanganan erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki mulai melaksanakan pendataan terhadap masyarakat terdampak.

Baca juga : Akademisi Dukung Perang Total Pemerintah Gempur Judi Online Hingga ke Akar

Dengan upaya pendataan tersebut juga dilakukan survei lokasi relokasi bersama dengan pihak pemerintah daerah setempat.

Lebih lanjut Suharyanto menyampaikan, warga terdampak yang saat ini tinggal di pos pengungsian dan dapat mengajukan dana tunggu hunian untuk dipakai menyewa hunian sementara di luar pengungsian. Nilainya sebesar 500 ribu rupiah per bulan per keluarga.

Terkait dengan hak aset milik masyarakat di wilayah terdampak kurang dari 7km, Suharyanto mengatakan bahwa aset tersebut tetap akan menjadi milik masyarakat.

Baca juga : 9 Orang Meninggal Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Pratikno Sampaikan Belasungkawa

Dalam upaya relokasi ini, Suharyanto menekankan yang dipindahkan adalah tempat tinggal masyarakat namun untuk aset seperti lahan peternakan dan pertanian masih dapat diolah oleh masyarakat.

Hingga hari ke-4 pascaerupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki tercatat sebanyak 5.816 jiwa mengungsi. Sebaran pengungsi antara lain di Kecamatan Wulanggitang, Titehena, Ile Bura, Demon Pagung, Larantuka, Ile Mandiri, Adonara Timur, dan Sikka.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.