Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
LSPR Insitute Luncurkan Pusat Studi AI dan Teknologi Komunikasi
Kamis, 28 November 2024 15:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - LSPR Institute of Communication & Business secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan NoLimit, perusahaan teknologi terkemuka yang berfokus pada monitoring dan analisis media online berbasis big data.
Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung pengembangan dan pemanfaatan teknologi big data serta kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di bidang komunikasi, baik untuk kebutuhan akademis maupun profesional.
Rektor LSPR Institute Andre Ikhsano mengatakan, kerja sama dengan NoLimit merupakan langkah nyata untuk memastikan pihaknya terus eksis di garis depan inovasi teknologi dalam komunikasi.
"Pemanfaatan Big Data dan AI tidak hanya membantu pembelajaran dan penelitian, tetapi juga menjadi pondasi penting dalam membangun komunikasi yang efektif dan berkelanjutan di era digital," kata Andre pada acara LSPR Class of 2024 Graduation Ceremony di Hotel The Ritz-Carlton, SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (28/11/2024).
Kata Andre, kolaborasi ini menghadirkan tiga kontribusi utama. Di antaranya pengembangan platform dan lisensi, course yang akan mencakup pengembangan kursus khusus yang berfokus pada penerapan big data dan AI di bidang komunikasi, yang akan dimasukkan ke dalam kurikulum akademik LSPR Institute.
Baca juga : Mitsubishi Luncurin Xforce Ultimate DS, Punya Teknologi Diamond Sense
"Terakhir adanya rekomendasi para ahli AI di mana NoLimit akan menghadirkan para ahli untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dalam pemanfaatan teknologi mutakhir, baik melalui seminar, workshop, maupun mentoring langsung kepada civitas akademik LSPR," ujarnya.
Melalui platform NoLimit, LSPR akan memperkaya kebutuhan akademis di bidang pengajaran, penelitian, dan publikasi ilmiah.
"Ini menjadi langkah maju dalam mendukung generasi muda untuk lebih memahami dan menguasai teknologi big data dan AI guna menghasilkan dampak positif di industri komunikasi," ucap Andre.
Lebih lanjut, Andre mengatakan, kerja sama ini mencakup pengembangan penelitian di bidang kecerdasan buatan dan komunikasi, termasuk topik seperti machihe learning(ML), deep learning, dan natural languagr processing (NLP).
"Fokusnya adalah pada pengintegrasian teknologi AI dengan pendekatan etis, keamanan siber, serta keberlanjutan, untuk menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri," ucap Andre.
Baca juga : Pengembangan Riset, Fdikom UIN Jakarta Teken MoA Dengan CSEAS Kyoto University
Selain itu, menurutnya penelitian juga diarahkan pada penggunaan AI untuk mendukung komunikasi berbasis cloud dan edge computing, serta eksplorasi teknologi AI untuk sistem otonom seperti kendaraan dan robotika.
Sementara, dalam bidang pendidikan, kerja sama ini mencakup pengembangan program gelar, sertifikasi, serta pelatihan profesional di bidang AI dan data komunikasi.
"Workshop, bootcamp dan program magang akan diberikan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dan profesional," bebernya.
Selain itu, pendekatan pembelajaran multidisipliner akan melibatkan kolaborasi lintas bidang seperti komunikasi, bisnis, hukum, psikologi, dan teknologi, guna menciptakan pemahaman menyeluruh tentang dampak AI dalam berbagai sektor.
Program ini juga akan melibatkan kolaborasi dengan industri, publikasi penelitian, dan promosi inovasi untuk memastikan keberlanjutan dan dampak sosial yang positif.
Baca juga : Byond by BSI Energi Baru Penggerak Ekonomi Syariah
"Selain adanya MoU dengan NoLimit, pendirian LSPR Centre for Artificial Intelligence and Communication Technology (CAICT) menjadi tonggak penting dalam kolaborasi ini. CAICT dirancang untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi industri komunikasi di era digital, sekaligus memanfaatkan peluang dari perkembangan teknologi kecerdasan buatan," tuturnya.
"Dengan reputasi dan pengalaman LSPR dalam mendirikan pusat kajian unggulan, kehadiran CAICT akan memperkuat posisi LSPR sebagai institusi pendidikan terdepan yang berkomitmen terhadap pengembangan teknologi komunikasi dan AI," pungkas Andre.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya