Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
8 Anggota NII Ditangkap, Ken Setiawan: Ancaman Tidak Pernah Hilang
Jumat, 29 November 2024 14:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII) Ken Setiawan mengatakan, penangkapan sejumlah anggota NII di empat provinsi beberapa waktu lalu membuktikan bahwa kelompok radikal-teroris itu masih terus menjadi ancaman bagi kedaulatan Indonesia.
"Ancaman NII tidak pernah hilang. Bahkan jika ditelusuri, NII adalah ibu kandung dari semua kelompok teroris di Indonesia seperti Jamaah Islamiyah (JI) dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Induknya di Indonesia memang NII," ungkap Ken Setiawan, saat dihubungi, Jumat (29/11/2024).
Hingga saat ini, menurut Ken, jaringan atau sel-sel NII masih aktif dan masih terus melakukan konsolidasi.
"Konsolidasi masih dilakukan jaringan NII di beberapa komandemen wilayah. Mereka juga masih melakukan konsolidasi di tingkat pimpinan," tutur pendiri NII Crisis Center ini.
Ken mengungkapkan, NII masih terus berkembang di sejumlah daerah yang mereka bagi dalam sembilan Komandemen Wilayah (KW), yang meliputi daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.
Baca juga : Anggota DPRD DKI Alia Laksono Gelar Sosialisasi Perda Dukcapil
"Masing-masing daerah punya ciri khasnya. Mereka bergerak sesuai dengan kearifan lokal masing-masing," ucapnya.
Menurut dia, anggota NII menggunakan strategi kamuflase atau membaur di tengah masyarakat dengan memakai kedok organisasi sosial, sehingga tidak mudah diidentifikasi.
"Mereka pintar sekali bermasyarakat, berkamuflase, dan menyembunyikan jati diri, sehingga masyarakat banyak yang tidak tahu bahwa ternyata paham-paham NII sudah menyebar di sekitar mereka," jelas Ken.
Selain itu, Ken melanjutkan, NII juga masih aktif merekrut anggota-anggota baru untuk mendukung tujuan mereka mendirikan negara Islam di Indonesia.
"Semua orang berpotensi direkrut NII, tapi yang mereka utamakan adalah anak-anak muda. Pendekatannya lewat pertemanan dan kekeluargaan," beber Ken.
Baca juga : Tak Lagi Menjabat Dirut Garuda, Irfan Setiaputra Ucapkan Salam Perpisahan
Ken berharap sejumlah lembaga pemberantasan terorisme seperti Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian RI (Densus 88) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran paham NII di tengah masyarakat, selain mengamankan anggota-anggota NII.
"Sampai saat ini, yang dilakukan Densus 88 dan BNPT sudah bagus. Tapi mungkin perlu ditingkatkan dalam hal pencegahannya. Jadi, menurut saya, penyampaian konsep-konsep ke-Bhinneka-an dan konsep-konsep kebangsaan perlu ditingkatkan sampai ke level grassroot," saran Ken.
Ia juga berharap masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran paham radikal NII di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Salah satu caranya adalah membentengi diri dan menjauhkan diri dari sikap intoleran.
"Jika sudah ada bibit intoleran, misalnya yang berbeda dianggap kafir, menurut saya itu tahap pertama orang menjadi teroris," ungkap Ken.
Sebelumnya, Densus 88 menangkap delapan terduga teroris yang merupakan anggota NII di empat provinsi pada Selasa, 19 November 2024.
Baca juga : Ketika Agama Tidak Lagi Mencerahkan
Delapan tersangka itu ditangkap di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat.
Densus 88 menyita sejumlah barang bukti dari penangkapan delapan tersangka itu, antara lain satu bundel materi kajian NII.
Kemudian, satu bundel proklamasi NII, satu buku Daulah Islamiyah, serta satu bundel kertas berjudul Komandemen Tertinggi Angkatan Perang Negara Islam Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya