Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Di Pemerintahan Prabowo, Literasi Masyarakat Diyakini Terus Membaik
Sabtu, 26 Oktober 2024 20:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Finlandia, Swedia, Jepang, dan Korea Selatan merupakan negara dengan budaya baca yang tinggi. Dengan modal tersebut, mereka mudah menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Tidak ada negara maju di dunia tanpa kehadiran masyarakat yang berbudaya baca dan literasi yang tinggi,” terang Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Adin Bondar, dalam gelar wicara Sosialisasi Pembudayaan Kegemaran Membaca, di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (26/10/2024).
Ilmu pengetahuan manusia selalu berkembang dan berbanding lurus dengan pembentukan peradaban yang terjadi. Salah satu fasilitas yang menggaransi kebutuhan masyarakat terhadap pengembangan ilmu pengetahuan adalah perpustakaan.
Baca juga : Pemerintah Luncurkan Program Cetak Sawah Perkuat Ketahanan Pangan
“Maka itu, tepat jika dikatakan perpustakaan merupakan simbol peradaban dan juga instrumen pendidikan nonformal untuk mendorong masyarakat belajar sepanjang hayat,” tambah Adin.
Adanya pembangunan gedung perpustakaan, penyediaan armada perpustakaan keliling, dan koleksi yang beragam sesuai kebutuhan informasi yang dimaui masyarakat disyukuri anggota Komisi X DPR, Sofyan Tan. Ia berkeyakinan, di tangan komando Presiden Prabowo Subianto, literasi masyarakat Indonesia akan terus membaik.
“Ia terbukti punya kepedulian dan kedekatan dengan buku dan dunia literasi,” ungkap Tan.
Baca juga : Hari Pertama Di Akmil, Para Menteri Makan Malam Bersama Sambil Ngobrol
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut, Dwi Endah Purwanti, menyatakan bahwa daerahnya memiliki skor Tingkat Gemar Membaca (TGM) di atas rata-rata skor nasional. Hal ini menjadi bukti kesungguhan Pemerintah Daerah menggerakkan budaya kegemaran membaca di masyarakat.
“Kami terus berkolaborasi menggandeng taman baca masyarakat, rumah baca, pojok baca, hingga motor penggerak literasi,” jelas Endah.
Budaya baca dan gemar membaca merupakan dua level yang berbeda. Di Indonesia, harus diakui masih pada level upaya meningkatkan kegemaran membaca. Sedangkan di negara-negara maju, mereka sudah pada level membudayakan kegemaran membaca.
Baca juga : Pengamat: Arahan Prabowo di Rapat Kabinet Perdana Tegas dan Tepat Sasaran
“Lalu, bagaimana cara menjadikan masyarakat gemar membaca? Ya, dengan membiasakan membaca secara rutin,” kata pegiat literasi, Ismail Pong.
Di sela-sela kegiatan, Perpusnas turut menyerahkan secara simbolis bantuan bahan bacaan bermutu kepada Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Bantuan yang diberikan berupa 1.000 eksemplar buku bacaan beserta rak pajangnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya