Dark/Light Mode

Progres Pembangunan Infrastruktur Legislatif & Yudikatif di IKN Meningkat Pesat

Selasa, 17 Desember 2024 22:27 WIB
Potret pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mencatat kemajuan signifikan. (foto:humasOtorita IKN)
Potret pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mencatat kemajuan signifikan. (foto:humasOtorita IKN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mencatat kemajuan signifikan, termasuk dalam sektor infrastruktur legislatif dan yudikatif. 

Proyek pembangunan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.  Kemajuan ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi keberlanjutan tata kelola pemerintahan di IKN.

Hingga kini, pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) berjalan sesuai rencana, dengan infrastruktur eksekutif hampir rampung dan direncanakan fungsional pada awal 2025 guna mendukung perpindahan ASN secara bertahap.

Selaras dengan target pemerintah, pembangunan infrastruktur legislatif dan yudikatif kini menjadi fokus utama yang mana akan dibangun oleh Otorita IKN

Baca juga : Ibas: Indonesia Emas 2045 Butuh Infrastruktur Hijau Yang Merata Dan Terpadu

Pembangunan ini dirancang untuk memastikan Nusantara dapat berfungsi secara penuh sebagai pusat pemerintahan, dengan ketiga fungsi utama, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif. 

Infrastruktur legislatif meliputi pembangunan gedung-gedung DPR/MPR/DPD, sementara infrastruktur yudikatif akan mencakup gedung Mahkamah Agung dan institusi hukum lainnya. 

Pembangunan ini ditargetkan selesai pada tahun 2028, seiring dengan upaya menjadikan Nusantara ibu kota yang sepenuhnya fungsional.

Dari 109 paket pembangunan dari APBN yang terkontrak mulai 2020 hingga 2024, progres pembangunan di IKN sudah mencapai 61,7 persen. 

Baca juga : AHY Ingin Tiap Rupiah Pembangunan Infrastruktur Bermanfaat

Dari sisi investasi, Otorita IKN telah mencatat pencapaian yang luar biasa. Dari delapan groundbreaking yang telah dilaksanakan, total investasi mencapai Rp 58,4 triliun. 

Adapaun beberapa investasi swasta telah selesai dan mulai beroperasi, seperti Hotel Nusantara dengan 191 kamar, Rumah Sakit Mayapada dengan 200 bed layanan patologi, serta Rumah Sakit Hermina yang menyediakan 200 bed layanan gawat darurat. 

Selain itu, terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN yang telah beroperasi di mana mampu menyuplai 10 MW listrik energi terbarukan yang merupakan kerja sama PLN dan Sembcorp Singapore.

Sebagai penunjang pembangunan kompleks legislatif, yudikatif, serta investasi yang telah terbangun di IKN tersebut, dalam waktu dekat di awal 2025 akan dibangun jaringan jalan dan MUT (Multi Utility Tunnel) di kawasan 1B dan 1C KIPP IKN.

Baca juga : Menkomdigi & Dubes Finlandia Bahas Infrastruktur Pusat Data di Indonesia

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw menegaskan, pentingnya keberlanjutan dalam pembangunan IKN. 

“Ini bukan proyek, tapi kerja bersama yang harus bergotong royong. Bukan hanya pemerintah, tapi juga masyarakat, lembaga, media, pengusaha baik lokal, nasional dan internasional bahkan orang-orang muda. IKN ibaratnya beranda Indonesia. Ini akan membuktikan bahwa Indonesia mampu memiliki kota pintar berbasis digital yang tetap bisa menjaga keberadaan lingkungan hidup dan keberagaman budaya, karena bukan hanya pembangunan fisik namun juga pembangunan manusia, alam dan lingkungan," tegasnya

Dengan semangat kolaborasi dan optimisme, Otorita IKN terus bekerja keras memastikan bahwa Nusantara tidak hanya menjadi ibu kota pemerintahan, tetapi juga pusat peradaban baru yang membawa manfaat besar bagi seluruh rakyat Indonesia. 
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.