Dark/Light Mode

Indonesia Perlu Siapkan Seluruh Rakyat untuk Ikut Bela Negara

Kamis, 19 Desember 2024 20:09 WIB
Pengamat pertahanan Susaningtyas Kertopati (Foto: Fitri/RM)
Pengamat pertahanan Susaningtyas Kertopati (Foto: Fitri/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebutuhan Indonesia saat ini adalah menyiapkan seluruh rakyat untuk ikut Bela Negara sesuai amanat UUD 1945. Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyelenggarakan Program Bela Negara untuk meningkatkan kesadaran seluruh WNI untuk cinta Tanah Air, nasionalisme dan patriotisme.

Demikian disampaikan pengamat pertahanan Susaningtyas Kertopati berkaitan dengan Hari Bela Negara, yang diperingati setiap 19 Desember.  

Nuning, sapaan akrab Susaningtyas, menjelaskan bahwa tantangan paling menonjol dalam kerangka proxy war ada dua. Pertama, mencegah Indonesia sebagai medan pertempuran hegemoni Amerika dan hegemoni China dalam perspektif perang ekonomi.

Baca juga : Ketum DPP LDII: Indonesia Wilayah Strategis, Kita Harus Selalu Siap Bela Negara

“Indonesia merupakan arena kompetisi kedua negara untuk memperkokoh pengaruh mereka di kawasan Asia Tenggara. Kedua negara berlomba untuk berebut pengaruh dan hegemoni karena Indonesia dipandang sebagai pusat ASEAN,” terang mantan Anggota Komisi I DPR ini, Kamis (19/12/2024).

Intinya, sambungnya, adalah mencegah Indonesia berpihak ke salah satu dari kedua negara tersebut.

Dalam situasi sekarang, kata Nunung, sejatinya implementasi pendidikan Bela Negara di kalangan masyarakat dilaksanakan secara menyeluruh berdasarkan Program Bela Negara oleh Kemhan sejak 2015. Program ini ditujukan kepada semua lapisan masyarakat, baik di kalangan akademik mulai dari pendidikan SD sampai perguruan tinggi.

Baca juga : APJI DKI Jakarta Siapkan Strategi Menuju Industri Jasa Boga Berkelanjutan

“Materinya disesuaikan dengan strata pendidikan meliputi bimbingan dan penyuluhan kewarganegaraan hingga pelatihan dasar bela diri dan cinta Tanah Air,” terangnya.

Program-program dari Kemhan tersebut, kata Nuning, sudah berhasil disosialisasikan dan sudah banyak diselenggarakan oleh banyak perguruan tinggi dan kalangan praktisi, baik pegawai pemerintah maupun pegawai swasta. Semua kalangan menyadari pentingnya Program Bela Negara. Bahkan pemahaman mereka mengenai arti penting nasionalisme dan patriotisme juga meningkat tajam.

“Kesadaran mereka sebagai kader Bela Negara tidak identik dengan wajib militer, tetapi memiliki kesamaan untuk memupuk rasa cinta Tanah Air dan bangga menjadi Bangsa Indonesia,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.