Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Catatan Jumpa Pers Akhir Tahun Kemenpar 2024 : Tantangan dan Harapan Pariwisata
Sabtu, 21 Desember 2024 11:44 WIB
Dalam jumpa pers akhir tahun, Kementerian Pariwisata , Menteri Pariwisata RI Widiyanti Wardhana menetapkan target untuk sektor pariwisata tahun depan: 14,5-16 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 1,08 miliar pergerakan wisatawan nusantara (wisnus).
Fokus utama produk pariwisata adalah kuliner, marine tourism, dan wellness tourism, dengan target pasar yang masih dalam pembahasan. Strategi pemasaran diusulkan menggunakan teknologi seperti AI dan platform digital, sementara kebersihan menjadi prioritas dalam kualitas layanan destinasi.
Namun, beberapa hal masih menjadi pertanyaan. Kapan pelaku pariwisata mendapatkan peta jalan (roadmap) yang jelas? Berapa lama sektor pariwisata harus menunggu hingga ada arah yang konkret untuk memenuhi target yang telah ditetapkan?
Sejumlah pelaku industri pariwusata dalam beberapa group diskusi internal juga mencermati perbandingan dengan negara tetangga seperti Vietnam, yang kini berhasil menarik jumlah wisman lebih banyak dari Indonesia. Meski daya tarik alamnya belum semegah Indonesia, Vietnam memiliki infrastruktur pariwisata yang memadai, ekosistem yang tertata, serta dukungan regulasi yang kuat. Ini menjadi refleksi bagi Indonesia, terutama ketika banyak negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura telah menunjukkan konsistensi dalam pencapaian wisata berkualitas.
Salah satu pelajaran penting dari pengalaman Singapura adalah fokus pada kualitas setelah mencapai turning point dengan 35 juta kunjungan wisatawan. Langkah ini dilakukan dengan meningkatkan harga, kualitas layanan, serta infrastruktur secara merata, sehingga wisatawan yang datang lebih berkualitas tanpa mengurangi jumlah kunjungan.
Sayangnya, anggaran untuk pemasaran pariwisata Indonesia dinilai masih minim. Keputusan menghapus keikutsertaan Indonesia dalam berbagai event besar pariwisata Internasional dan menggantinya dengan event - event yang lebih murah memunculkan kritik bahwa pendekatan ini mungkin tidak efektif untuk membangun citra destinasi premium. "You throw peanuts, you get monkeys," ujar seorang pelaku, menyoroti pentingnya investasi besar untuk hasil yang optimal.
Baca juga : Legislator Ingatkan Pemerintah Jamin Kelancaran Dan Kenyamanan Nataru
Setelah menyimak Jumpa Pers Akhir Tahun Kemenpar, saya melihat ada beberapa tantangan mendasar:
1. Target Realistis dan Kompetitif
Dengan target yang ada saja, Indonesia masih tertinggal dari negara-negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, Singapura dan bahkan Vietnam.
Lalu bagaimana kita bisa mengejar posisi sebagai pemimpin pariwisata di Asia Tenggara?
2. Strategi Jangka Panjang
Dibutuhkan roadmap yang jelas untuk memastikan bahwa pelaku industri dapat menyelaraskan rencana bisnis mereka dengan kebijakan pemerintah. Tanpa arah yang konkret, target ini hanya akan menjadi angka.
Baca juga : Kemendagri Dorong Pemda Integrasikan Sistem IPD Penatausahaan Pendapatan
3. Peningkatan Infrastruktur dan Kualitas Layanan
Fokus pada destinasi super premium harus menjadi prioritas. Bali telah menjadi ikon, tetapi destinasi lain perlu mendapatkan perhatian lebih agar distribusi wisatawan merata.
4. Anggaran dan Promosi Efektif
Promosi besar Pariwisata Indonesia di panggung internasional seharusnya dilihat sebagai investasi strategis, bukan sekadar pengeluaran.
Sebagai penutup, jika Indonesia ingin memimpin di sektor pariwisata dunia, harus dimulai untuk menjadi yang terbaik terlebih dahulu di kawasan Asia Tenggara , strategi peningkatan kualitas layanan, penguatan infrastruktur, dan dukungan ekosistem yang terintegrasi adalah kunci. Tanpa langkah strategi yang berani, agresif dan inovatif , kita hanya akan terus mengejar bayangan keberhasilan pariwisata negara-negara tetangga.
Baca juga : Persib Vs Barito Putera: Jangan Remehkan Tim Papan Bawah!
Taufan Rahmadi
Dewan Pakar GSN Bidang Pariwisata
Dewan Pakar GSN Bidang Pariwisata
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya