Dark/Light Mode

KPK Usut Korupsi Proyek Divisi EPC 2022-2023

PT PP Minta Kedepankan Asas Praduga Tak Bersalah

Senin, 23 Desember 2024 06:10 WIB
Sekretaris Perusahaan PTPP Joko Raharjo. (Foto: Dok.  Iconomics)
Sekretaris Perusahaan PTPP Joko Raharjo. (Foto: Dok. Iconomics)

 Sebelumnya 
“Kontrak baru tersebut didominasi oleh proyek dengan sumber dana Pemerintah sebesar 42,79 persen, swasta sebesar 37,20 persen, dan BUMN sebe­sar 20,01 persen,” demikian isi rilis PT PP.

Adapun perolehan kontrak baru tertinggi yaitu pada sektor jalan dan jembatan sebesar 34,64 persen, gedung 31,71 persen, perkeretaapian 11,22 persen, bandara 7,21 persen, pelabuhan 4,81 persen, bendungan 4,44 persen.

Kemudian industri sebesar 3,44 persen, irigasi 1,25 persen, power plant 0,65 persen, serta minyak dan gas 0,63 persen.

Baca juga : Bermesraan Sama Pacar Direkam Ibu

PT PP berkomitmen tinggi untuk berkontribusi dalam pem­bangunan infrastruktur, teru­tama Proyek Strategis Nasional (PSN). Per 31 Desember 2023, PT PP mengerjakan 30 PSN, 12 di antaranya telah diselesaikan.

Komposisi PSN tersebut ter­diri dari sektor jalan tol sebe­sar 56,25 persen, bendungan 18,02 persen, EPC 14,02 persen, pelabuhan dan dermaga 9,15 persen, bandara 1,82 persen, dan sektor Industri sebesar 0,75 persen.

Dikutip dari laman resminya, salah satu proyek yang dikerjakan PT PP adalah pembangunan proyek Pipa Transimisi Gas Bumi Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap I untuk ruas Semarang-Batang. Pelaksanaan proyek dimulai dengan pengelasan pertama (first welding) di Jalan Yos Sudarso, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 6 Agustus 2022.

Baca juga : Bela Palestina Di KTT D-8, Prabowo Dipuji Anwar Ibrahim

Sementara dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, nilai proyek tahap 1 ini sebesar Rp 1,17 triliun yang dimenangkan dua perusahaan dalam Kerja Sama Operasi (KSO) PT PP dan PTE. Penandatanganan kon­trak berlangsung di Auditorium Migas Kementerian ESDM, Selasa, 17 Mei 2022.

“Proyek ini merupakan pen­guatan ekonomi sektor industri dan lainnya seperti rumah tang­ga, komersil dan transportasi melalui jaringan distribusi gas di kawasan Jawa Tengah dan Jawa Timur,” demikian dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM.

Proyek ini dilaksanakan mela­lui kontrak tahun jamak (multi-years contract) Tahun Anggaran 2022 dan Tahun Anggaran 2023, dan menggunakan mekanisme kontrak rancang dan bangun (design and build).

Baca juga : Kader PAN Kini 9 Orang Di Kabinet, Zulhas Punya Kekuatan Ekstra

Jalur proyek pipa sepanjang 62 kilometer ini melalui jalan nasional di utara Kota Semarang hingga pintu tol Krapyak dan melalui ROW tol Semarang-Batang, hingga Stasiun ESDM Batang.

“Pelaksana proyek ini ada­lah kontraktor pemenang lelang yang telah dilakukan secara terbuka, transparan, dan mengikuti ketentuan perundang-undangan oleh Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa Kementerian ESDM yang telah diumumkan sejak 4 Desember 2021,” demikian siaran resmi dilaman tersebut. [YUD]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.