Dark/Light Mode

Demi Menghemat Anggaran Negara

PKB Setuju Pilgub Lewat DPRD

Minggu, 22 Desember 2024 07:30 WIB
Ketua Harian DPP PKB, Ais Shafiyah Asfar. (Foto: Instagram/ais.shafiyah)
Ketua Harian DPP PKB, Ais Shafiyah Asfar. (Foto: Instagram/ais.shafiyah)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendukung wacana Pemilihan Gubernur (Pilgub) lewat DPRD. Lebih menghemat anggaran negara.

Ketua Harian DPP PKB, Ais Shafiyah Asfar mengungkapkan, kebutuhan anggaran amat besar untuk penyelenggaraan Pemilu 2024. Angkanya mencapai Rp 71,3 triliun. Jumlah anggaran ini naik 57,3 persen dibanding ang­garan pesta demokrasi serentak 2019 sebesar Rp 45,3 triliun.

Baca juga : Penurunan Prevalensi Perokok Sulit Dicapai

"Betul, penyelenggaraan Pemilu 2024 itu anggarannya memerlukan puluhan triliun. Bahkan, hampir dua kali lipat dibanding anggaran di Pemilu 2019," kata Ais dalam keterangannya, Sabtu (21/12/2024).

Anak buah Muhaimin Iskandar ini pun mendukung usulan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan, anggaran negara akan jauh lebih efisien jika sistem Pilkada disederhanakan.

Baca juga : Golkar Deklarasi Usung Mantan Wakil Wali Kota Pangkalpinang

Menurutnya, anggaran yang dihemat dapat dialihkan untuk program sosial yang lebih ber­manfaat bagi masyarakat. Seperti memberikan makanan bergizi kepada anak-anak miskin.

Meski mendukung ide penye­derhanaan Pilkada, Ais mengingatkan, wacana ini perlu ka­jian mendalam. Menurutnya, keputusan menyederhanakan atau mempertahankan sistem Pilkada langsung, harus mem­pertimbangkan dampak positif dan negatifnya.

Baca juga : Pemerintah Hati-hati Bicara

Ditegaskan, kebijakan yang diambil haruslah memberi­kan manfaat paling besar dan dampak negatif paling sedikit bagi masyarakat. "Pilihlah mana yang paling sedikit mudharatnya dan mana yang lebih banyak manfaatnya untuk masyarakat," pesannya.

Selain itu, sejak lama, PKB su­dah mengusulkan Pilgub dilakukan melalui penunjukan oleh DPRD. Menurutnya, posisi Gubernur lebih tepat diisi oleh perpanjangan tangan Pemerintah Pusat. "Kami melihat, Gubernur tugasnya bukan sebagai kepala eksekutif yang memiliki otonomi penuh seperti bupati atau wali kota," pungkas kader muda PKB ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.