Dark/Light Mode

Sirine Peringatan Tsunami Meraung-raung Di Banda Aceh, Semua Kendaraan Berhenti

Kamis, 26 Desember 2024 16:13 WIB
Situasi lalu lintas saat suara sirine peringatan 20 tahun tsunami Aceh dinyalakan di Banda Aceh, Kamis (26/12). Foto: Instagram/bptd_aceh
Situasi lalu lintas saat suara sirine peringatan 20 tahun tsunami Aceh dinyalakan di Banda Aceh, Kamis (26/12). Foto: Instagram/bptd_aceh

RM.id  Rakyat Merdeka - Suara sirine meraung-raung menggetarkan langit Banda Aceh pada Kamis pagi (26/12), tepat pukul 08.00 WIB. Peringatan 20 tahun tragedi tsunami Aceh menjadi momen hening sejenak bagi warga kota serambi Mekah. 

Semua kendaraan di persimpangan jalan berhenti. Bahkan, aktivitas sejenak terhenti saat sirine menggema selama tiga menit.  

Tombol sirine pagi tadi ditekan langsung oleh Pj Gubernur Aceh, Safrizal, dari lokasi utama peringatan di halaman Masjid Raya Baiturrahman

Baca juga : Yuk Liburan Natal Dan Tahun Baruan Di Monas, Ada Atraksi Video Mapping Gratis

Di persimpangan jalan Masjid Oman Al Makmur, raungan sirine terdengar bertubi-tubi, termasuk dari sistem peringatan dini di kompleks Kantor Gubernur Aceh. 

Tak hanya di pusat kota, suara sirine serentak terdengar di beberapa lokasi lain, seperti di  gerbang tol Sigli-Banda Aceh, terminal bus hingga pelabuhan penyeberangan. Di beberapa titik jalan, sejumlah mobil patroli polisi juga disiagakan khusus untuk menyalakan sirine.

Suara yang membahana itu menjadi simbol peringatan akan bencana yang pernah meluluhlantakkan Aceh dua dekade silam.  

Baca juga : Kejar Penerimaan Rp 9,4 Triliun, Bapenda DKJ Ajak Pemilik Kendaraan Lunasi Pajak

Setelah suara sirene, sejumlah warga menggelar salat berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman, diikuti dengan serangkaian acara peringatan tsunami lainnya.

Seperti diketahui, tepat 26 Desember 2004, gempa berkekuatan 9,1 magnitudo memicu gelombang tsunami dahsyat yang meluluhlantakkan Aceh hingga mencapai 14 negara lain. 

Lebih dari 226 ribu orang tewas, termasuk lebih dari 100 ribu korban jiwa di Aceh. Kejadian itu tercatat sebagai salah satu bencana alam terburuk dalam sejarah umat manusia.  

Baca juga : Petani Muda Aceh Bersyukur Dapat Kesejahteraan Dari Pertanian Modern

Dua puluh tahun lalu, dunia belum mengenal jaringan peringatan dini tsunami yang memadai. Jeda waktu berjam-jam antara gelombang tsunami tak mampu menyelamatkan banyak korban karena minimnya informasi. 

Kini, Indonesia termasuk negara yang telah membangun sistem peringatan dini yang lebih canggih sebagai respons dari tragedi tersebut.  

Bagi warga Aceh, raungan sirene bukan hanya sekadar suara, tetapi juga peringatan bahwa sejarah kelam itu tidak boleh terlupakan. Agar menjadi pembelajaran bagi generasi mendatang. Salah satunya untuk menambah pengetahuan mitigasi bencana.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.