Dark/Light Mode

Lestarikan Nilai Budaya, Aliansi Sanggar Sintoga Gelar Parade Kesenian Daerah

Selasa, 31 Desember 2024 22:22 WIB
Aliansi Sanggar Kesenian Sintoga bersama Museum Perang Sintuak dari Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar menggelar Parade Kesenian Aliansi Sanggar Seni Sintuak Toboh Dagang 2024. (Foto: Istimewa)
Aliansi Sanggar Kesenian Sintoga bersama Museum Perang Sintuak dari Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar menggelar Parade Kesenian Aliansi Sanggar Seni Sintuak Toboh Dagang 2024. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aliansi Sanggar Kesenian Sintuak Toboh Gadang (Sintoga) bersama Museum Perang Sintuak dari Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Parade Kesenian Aliansi Sanggar Seni Sintuak Toboh Dagang 2024.

Acara ini digelar di Museum Perang Sintuak yang berada di Nagari/Desa Sintuak Toboh Gadang (Sintoga), Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, Senin (30/12/2024).

Mewakili Gubernur dan Kepala Dinas Kebudayan Provinsi Sumbar, Pamong Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar Noviyanti Awaludin mengatakan, ada 4 langkah strategis untuk memajukan kebudayaan daerah. Yaitu, melalui perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan serta pembinaan.

"Parade kesenian yang digelar Aliansi Sanggar Sintoga merupakan salah satu contoh sebuah wadah untuk melestarikan kesenian dan budaya yang diwariskan oleh leluhur untuk menjujung citra budaya Minangkabau," ujar Noviyanti yang juga menjabat Asosiasi Museum Indonesia Daerah, dalam keterangan resminya kepada Rakyat Merdeka/RM.id, Selasa (31/12/2024).

Sementara itu, Pembina Aliansi Sanggar Sintoga, Rio Tampati Putera mengatakan, kegiatan ini menjadi ajang bagi masyarakat, khususnya pemuda di Desa Sintoga dalam merawat budaya dan adat istiadat melalui pagelaran kesenian daerah.

Baca juga : Lestarikan Warisan Budaya Nusantara, BRI Gelar Nonton Wayang Rayakan HUT ke-129

"Kami berharap kegiatan yang sarat nilai kebudayaan ini terus berkembang di seluruh Kabupaten Padang Pariaman dan Sumbar. Juga menjadi motivasi bagi pemuda dalam melestarikan dan merawat warisan budaya," kata Rio.

Acara pagelaran budaya masyarakat ini didukung penuh oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman dan Dandim 1707 Merauke.

Rio menambahkan, sanggar yang terlibat adalah Sanggar Bungo Lago, Sanggar Saumpun Padi, Sanggar Pangpek Sadagam, Sanggar Sailia Samudiak, Sanggar Museum Perang Sintuak, Sanggar Rumah Gadang, Komunitas Saluak Badeta, Komunitas Tari Nan Jombang dan Komunitas 7 Dragon.

Anggaota DPRD Provinsi Sumatera Barat Firdaus SHi menambahkan, dengan adanya parade seni aliansi sanggar Sintoga ini, semakin membangkitkan semangat & kreatifitas pemuda-pemudi Sintoga dalam melestarikan kesenian tradisi serta ikut serta dalam merawat warisan dunia.

"Ini harus dipertahankan dan menjadi tanggung jawab kita bersama," ujar Firdaus.

Baca juga : Perkuat Nilai Religius, Pemuda Pancasila DKI Jakarta Gelar Pesantren Kilat

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumbar Adi Dharma memberikan apresiasi yang luar biasa untuk pemuda di Desa Sintoga.

"Disaat orang lain sibuk menyambut tahun baru dengan melakukan perjalanan ke tempat-tempat wisata, pemuda Sintoga justru melaksanakan Parade Seni. Tidak hanya menampilkan seni tradisional yang sarat makna tapi mereka juga bermuhasabah diri dalam menyongsong tahun 2025 yang lebih baik," ujar Adi.

Dandim 1707 Merauke, Letkol INF Johny Nofriady berharap, kedepannya semakin banyak acara serupa dilaksanakan di Sumatera Barat.

"Tentu dengan konsep yang lebih inovatif atau melibatkan lebih banyak peserta. Bisa juga menambahkan elemen baru, seperti lokakarya seni, bazar makanan khas Minang, atau pertunjukan kolaboratif," ujar Johny.

Parade kesenian ini, lanjut Johny,  diharapkan menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Baca juga : Bentuk Kepedulian Sosial, KAI Properti Gelar Kegiatan Donor Darah

Boni, Ketua Panitia acara tersebut mengatakan, parade seni ini lahir dari ide dan konsep anak-anak muda Sintoga yang penuh kreatifitas untuk merawat warisan dunia.

"Sintoga merupakan kawasan penuh sejarah dan sarat perjuangan. Saya berharap, kegiatan seperti ini menular ke desa lainnya di Sumatera Barat," ujar Boni.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.