Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia
- Bersama Danantara, BRI Kontribusikan Pajak Terbesar Dukung Pembangunan Nasional
- 3 Pemimpin Dunia Berkunjung Dalam Sepekan, Qodari: Bukti RI Makin Dipercaya
- BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Jadi Wirausaha Lewat Program PEKA
- PTPP Raih Proyek Pembangunan Tower 4 ITS Surabaya Senilai Rp 151,9 Miliar
RM.id Rakyat Merdeka - Koordinator Koalisi Kader Partai Golkar (KKPG) Ahmad Yani Panjaitan tak percaya dengan hasil survei Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) yang memasukkan nama Presiden ke-7 RI Jokowi sebagai finalis pemimpin terkorup tahun 2024. Dia menegaskan, hal itu fitnah dan propaganda yang tanpa didasari data akurat serta bukti valid.
Baca juga : Golkar Pastikan Tidak Musuhi Mega
"Sampai detik ini, belum ada satu laporan dan dakwaan yang masuk ke penyidik KPK atau Kejagung yang melaporkan dugaan korupsi yang dilakukan Presiden ke-7 RI itu. Mengapa OCCRP bisa membuat rilis tersebut?" ucapnya, heran.
Baca juga : Golkar Apresiasi Pengadilan Tolak Gugatan Kepengurusan Bahlil Hasil Munas XI
Koordinator Koalisi 40 Ormas/Pemuda untuk Jokowi (KOPI JOKJA) ini menduga, rilis OCCRP ada kaitan erat dengan dugaan kasus yang melilit elite parpol tertentu yang diusut KPK maupun Kejaksaan Agung. Survei itu sebagai bentuk upaya menutupi kasus tersebut.
Baca juga : CNN Exit Poll: Sebagian Pendukung Trump Tak Percaya Pilpres AS Bakal Jurdil
"Kami menduga kuat hasil OCCRP ini adalah pesanan yang berupaya mendiskreditkan dan mengkambinghitamkan Pak Jokowi demi menutupi dugaan kasus korupsi yang dilakukan oknum parpol tertentu," tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya