Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Banjir Di Kabupaten Batang, Ratusan Warga Mengungsi, Infrastruktur Rusak Parah
Rabu, 22 Januari 2025 16:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Banjir besar disertai tanah longsor dan cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Batang, memaksa ratusan warga mengungsi. Selain itu, banjir di kabupaten Batang ini juga telah menghancurkan rumah, jembatan, serta fasilitas umum lainnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, lebih dari 130 keluarga atau sekitar 500 warga telah mengungsi akibat banjir. Selain itu, lima rumah rusak berat, dan sejumlah fasilitas umum seperti satu objek wisata serta pembangkit listrik tenaga hidro mengalami kerusakan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan sejauh ini belum ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut. Namun demikian, dua warga mengalami luka-luka dan membutuhkan perawatan medis. Dua warga yang terluka telah dirujuk ke RSUD Limpung untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.
Baca juga : ALFI Dorong Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pihak terkait menyiapkan berbagai peralatan untuk menghadapi bencana, termasuk perahu karet, lampu penerangan, dan pelampung. Ia juga memastikan bahwa penanganan darurat dampak bencana juga dilakukan secara proporsional oleh segenap organisasi perangkat daerah.
“BPBD Kabupaten Batang bersama unsur terkait akan melakukan perbaikan itu,” katanya.
Selain itu, BPBD bersama unsur terkait sudah menyiapkan langkah-langkah tanggap darurat selama dua minggu ke depan, termasuk pembersihan jalan, perbaikan instalasi PDAM, dan distribusi bantuan logistik. Ia menambahkan, mitigasi bencana seperti pembersihan drainase dan pengecekan tanggul perlu diintensifkan.
Baca juga : Kadin Jakarta Siap Jadi Kontraktor Utama Garap Proyek Infrastruktur
Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan bencana.
“Saya harap warga, terutama yang tinggal di lereng atau tebing, memantau kondisi tanah sekitar dan segera melakukan evakuasi mandiri jika hujan berlangsung lebih dari dua jam,” kata Lani dikutip di laman resmi Pemkab Batang, Rabu (22/1).
Banjir bandang menerjang sejumlah kecamatan seperti Bawang, Reban, dan Wonotunggal. Di Dukuh Kuripan, Desa Surjo, empat rumah hanyut terbawa arus, satu rumah roboh, dan dua warga mengalami luka-luka hingga harus dirawat di RSUD Limpung.
Baca juga : Dukung Pemerataan Pembangunan Infrastruktur, BRI Fasilitasi Pembiayaan Jalan Trans Papua
Di Desa Ngadirejo, Kecamatan Reban, jembatan penghubung desa hanyut bersama instalasi PDAM, sehingga warga mengalami kesulitan air bersih. Kemudian. Sebanyak 13 keluarga di Desa Pacet harus mengungsi karena akses jalan tertutup tumpukan kayu.
Tanah longsor juga terjadi di Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang. Tanah longsor ini menghancurkan lima rumah dan satu ruang kelas SD. Sumber mata air Ngreco tertimbun longsor, menyebabkan 30 keluarga harus mengungsi ke kantor kecamatan. Material longsor juga menutup akses jalan Desa Wonosari-Kalirejo.
Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan pohon tumbang di berbagai lokasi. Di Desa Tambahrejo, sebuah rumah rusak akibat tertimpa pohon. Sedangkan di Kecamatan Kandeman, pohon tumbang menyebabkan kemacetan parah di sekitar Safari Beach Jateng Batang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya