Dark/Light Mode

Dukung Efisiensi Anggaran

NasDem & Demokrat Kompak

Selasa, 18 Februari 2025 07:30 WIB
Politisi Partai NasDem Amelia Anggraini. (Foto: Istimewa)
Politisi Partai NasDem Amelia Anggraini. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai NasDem dan Demokrat mendukung langkah PresidenPrabowo Subianto melakukan efisiensi anggaran, yang konon jumlahnya mencapai Rp 750 triliun. Dua partai yang tergabung di Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu sepakat, efisiensi dilakukan untuk menjamin beragam program unggulan Pemerintah.

“Kami mendukung langkah efisiensi ini demi memastikan keberlangsungan dan keberlan­jutan program-program strategis pemerintah ke depan," ujar politisi Partai NasDem Amelia Anggraini, Senin (17/2/2025).

Vokalis NasDem di Senayan ini meyakini, efisiensi anggaran bakal diterapkan Presiden Prabowo secara bertahap. Beragam program prioritas Pemerintah, seperti makan bergizi gratis, perbaikan sekolah, swasembada pangan, serta program unggulan lainnya diyakini mendapatkan alokasi dari efisiensi ini.

"Saya melihat rencana efisien­si anggaran ini akan dilakukan secara bertahap, sebagaimana telah disampaikan Presiden Prabowo. Dalam pembahasan­nya, pemerintah dan DPR terus berkoordinasi melalui rapat-rapat antara komisi dengan mitra kerja terkait," katanya.

Baca juga : Gus Ipul Dorong Kemandirian KPM

Namun demikian, Amelia menilai pemangkasan anggaran jangan sampai memengaruhi pelayanan publik. Dia juga mengingatkan, kementerian atau lembaga harus bekerja dengan efektif dan efisien.

"Selain itu, yang tak kalah penting adalah meningkatkan integritas dan kualitas pelayanan birokrasi kepada publik, terma­suk memastikan pengelolaan anggaran yang lebih efektif dan efisien demi kepentingan masyarakat luas," pungkasnya.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman menganalogikan prin­sip efisiensi yang disampaikan Prabowo yaitu untuk menerima keadaan susah terlebih dahulu baru merasakan kesenangan kemudian.

“Tadi dijelaskan juga jadi prinsipnya kita susah-susah da­hulu senang-senang kemudian," kata Benny.

Baca juga : Kader PKB Pecah Telur Jadi Gubernur Di Riau

Anggota Komisi III DPR ini menyebut, Prabowo juga menjelaskan efisiensi ini dilakukan demi melakukan kalibrasi ulang terkait program pemerintah yang layak diutamakan. "Itu untuk penghematan refocusing-lah ya mana yang prioritas mana yang tidak," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengatakan penghematan anggaran akan dilakukan hingga tiga putaran. Totalnya, mencapai Rp 750 triliun. Rinciannya, pertama, penghematan angga­ran telah mencapai Rp 306,69 triliun. Penghematan ini dia­tur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.

Kemudian, pada tahap kedua, Prabowo menargetkan efisiensi anggaran hingga Rp 308 triliun. Namun, dia tidak mengung­kapkan timeline pelaksanaan penghematan putaran kedua tersebut.

Lalu, pada tahap ketiga, peng­hematan akan dilakukan melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN), di mana dividen yang ditargetkan BUMN mencapai Rp 300 triliun. Menurutnya, dari total tersebut, sebesar Rp 200 triliun digunakan untuk negara dan Rp 100 triliun dikembalikan ke BUMN.

Baca juga : Pelaku Yang Mainkan Harga Migor Bakal Ditindak Tegas

"Dividen dari BUMN Rp 300 triliun, Rp 100 triliun dikemba­likan (ke BUMN), totalnya kita punya Rp750 triliun. (USD) 24 miliar terpaksa saya pakai untuk makan bergizi, rakyat kita, anak-anak kita, tidak boleh kelaparan. Kalau ada anak orang kaya, makan enak, nggak apa-apa," kata Prabowo. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.