Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Haris Rusly Moti Duga Ada Kekuatan Asing yang Ingin Ganggu Kebijakan Prabowo
Kamis, 20 Februari 2025 18:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Haris Rusly Moti mengingatkan potensi bahaya yang berasal dari kepentingan geopolitik global terhadap stabilitas di Indonesia pada era kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dia khawatir, ada eskalasi politik dalam negeri yang dapat dipicu oleh pihak-pihak asing.
Haris yakin, ada pihak internasional yang ingin mengambil keuntungan dari banyaknya kebijakan Prabowo yang berkarakter nasionalistik serta kerakyatan.
"Termasuk keputusan Presiden Prabowo untuk bergabung dengan BRICS," kata Haris, Kamis (20/2/2025).
Untuk diketahui, BRICS adalah organisasi kolaboratif yang dibentuk oleh Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, untuk menyaingi dominasi Amerika Serikat dalam perekonomian dunia.
Baca juga : PP Properti Dukung Pejuang Kanker Di Rumah Singgah Lebak Bulus
“Pembentukan Bank Emas dan Danantara, serta kebijakan yang mengatur penempatan 100 persen devisa hasil ekspor sumber daya alam secara lokal, merupakan langkah besar yang memang patut diapresiasi," tutur tokoh gerakan mahasiswa tahun 1998 di Yogyakarta tersebut.
Menurutnya, kebijakan Presiden Prabowo itu berpotensi menarik campur tangan asing yang memiliki kepentingan tidak sejalan dengan kedaulatan Indonesia.
Haris yang merupakan mantan Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran, mengungkapkan terdapat perbedaan intervensi asing pada masa lalu di Indonesia dengan kekinian.
Sebelumnya, kata dia, banyak kepentingan asing disusupkan lembaga-lembaga donor ke sejumlah organisasi konvensional seperti LSM dan Ormas untuk mendikte arah kebijakan pemerintah.
Tapi kini, sambungnya, kepentingan asing itu dilakukan secara diam-diam melalui manipulasi informasi dan rekayasa sosial.
Baca juga : Dua Perwira TNI AL Berpotensi Jadi Kasal, Siapa yang Bakal Dipilih Prabowo?
"Kita melihat tren global saat ini, di mana kekuatan asing lebih memilih untuk mempengaruhi kebijakan dalam negeri melalui rekayasa opini publik di media sosial dan platform open source," terangnya.
Beruntung, kata Haris, Presiden Prabowo mempunyai jiwa patriotik yang tak pernah memecah belah serta membenturkan masyarakat untuk urusan kekuasaan.
Soal adanya kritik terhadap pemerintah, mantan Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini menilai hal itu terjadi karena salah paham terhadap kebijakan strategis pemerintah.
"Menurut saya dasar dan arah terobosan Presiden Prabowo sudah tepat dengan sejumlah kebijakan strategisnya, namun membutuhkan pemahaman, penyesuaian dan penyempurnaan di tingkat implementasinya," terangnya.
Haris mengatakan, jangankan mahasiswa atau masyarakat umum, pemangku kebijakan di pusat maupun daerah saja masih membutuhkan pemahaman dan penyesuaian dalam pelaksanaan terhadap program strategis Prabowo.
Baca juga : Lestari Moerdijat: Tata Kelola Pemerintahan Daerah Yang Inklusif Perlu segera Diwujudkan
Karena itu, menurut dia wajar bila terjadi anomali dan keanehan gerakan mahasiswa.
Ia moncontohkan mahasiswa mempersoalkan efisiensi anggaran yang sebenarnya guna mencegah kebocoran dan mengendalikan utang luar negeri yang sudah menggunung.
“Anomali seperti ini bisa saja terjadi karena salah paham. Bisa juga terjadi karena adanya rekayasa salah paham oleh kepentingan geopolitik dan kekuatan kapital dan raja kecil dalam negeri yang dirugikan oleh kebijakan tersebut,” bebernya.
Dia yakin, kritik dan masukan soal efisiensi anggaran, pasti mendapat perhatian presiden Prabowo.
"Pasti didengarkan presiden. Buktinya, sudah dijawab Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, bahwa tidak ada efisiensi yang mengurangi beasiswa dan kualitas pendidikan," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya