Dark/Light Mode

Ciledug Indah Terendam Banjir Usai Hujan Deras, Warga Pilih Bertahan Di Rumah

Selasa, 4 Maret 2025 12:50 WIB
Petugas BPBD Kota Tangerang melakukan evakuasi darurat korban banjir di Ciledug Indah, Selasa (4/3). Foto: BPBD Kota Tangerang
Petugas BPBD Kota Tangerang melakukan evakuasi darurat korban banjir di Ciledug Indah, Selasa (4/3). Foto: BPBD Kota Tangerang

RM.id  Rakyat Merdeka - Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Senin (3/3) malam menyebabkan banjir di beberapa titik di Kota Tangerang, dengan kawasan Perumahan Ciledug Indah menjadi daerah terdampak paling parah. 

Ketinggian air di wilayah ini mencapai 30 sentimeter, memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengerahkan 85 petugas untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat.

Baca juga : Cegah Banjir, Wamen PU Imbau Warga Tidak Bangun Rumah di Bantaran Sungai

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman, mengatakan bahwa hingga Selasa (4/3), masih terdapat lima titik genangan dan banjir yang belum surut, dengan fokus utama di Ciledug Indah. 

“Ada warga yang masih memilih bertahan di rumahnya masing-masing atau menumpang di rumah tetangga,” ujarnya dilansir ANTARA, Selasa (4/3).

Baca juga : Walau Sering Kebanjiran, Warga Bidara Cina Tetap Tolak Ajakan Pindah Ke Rusunawa

Menurut Andia, penyebab utama banjir di Kota Tangerang adalah curah hujan tinggi serta kiriman air dari Bogor melalui jalur Kali Angke. “Dua kondisi inilah yang mengakibatkan wilayah Ciledug dan beberapa wilayah timur meluap pagi ini. Jadi, untuk jadi perhatian dua hari ini ialah Sungai Cisadane dan Kali Angke,” jelasnya.

BPBD saat ini memusatkan petugas di wilayah timur, termasuk Ciledug, Pinang, dan Larangan, dengan membawa perahu evakuasi jika diperlukan. Beberapa titik terdampak lainnya antara lain Jalan Taman Asri Blok M Larangan, Jalan Gempol Kunciran, Jalan Teman Larangan Utara, dan Perum Pinang Griya.

Baca juga : Di Malaysia, Indonesia & Vietnam Perkuat Kemitraan Strategis Pertahanan

Meski demikian, belum ada laporan warga yang mengungsi. “Belum ada pengungsian sampai saat ini, karena seluruh masyarakat masih memilih bertahan di rumah masing-masing. Namun, petugas gabungan sudah menyiagakan Posko Kesehatan dari Dinkes hingga Posko Pengungsian dan bantuan logistik dari Dinsos jika dibutuhkan di lapangan,” tambah Andia.

Saat ini, seluruh petugas dari BPBD, Dishub, Dinas PUPR, DLH, dan aparat kewilayahan terus bekerja untuk memastikan kondisi tetap aman, lalu lintas lancar, serta melakukan normalisasi drainase agar air segera surut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.