Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sidak Minyakita Di Rembang: Ada Takaran Yang Kurang, Ada Juga Yang Lebih
Selasa, 11 Maret 2025 10:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dindagkop dan UKM) serta Polres Rembang melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap Minyakita kemasan 1 liter di beberapa pengecer besar, Senin (10/3/2025). Menindaklanjuti temuan kecurangan terhadap produk Minyakita: takaran dikurangi, harga melebihi harga eceran tertinggi (HET) oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat sidak di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Minggu (9/3/2025).
Sidak itu dilakukan Pemkab Rembang dengan cara mengukur berbagai aspek produk. Mulai dari kemasan botol, ukuran font pada label, hingga berat botol dan minyak, serta pengukuran isi minyak dengan gelas ukur.
Pengawasan juga dilakukan terhadap minyak dalam kemasan botol dan refill plastik.
Pemkab dan Polres Rembang sidak Minyakita di pengecer besar, Senin (10/3/2025). (Foto: Humas Jateng)
Baca juga : Dua Mayat Wanita Ditemukan Dalam Toren Air Di Tambora, Diduga Korban Pembunuhan
Terkait hal tersebut, Pengawas Kemetrologian Dindagkop dan UKM Kabupaten Rembang, Teguh Wisnu Wardhana menjelaskan, hasil pengukuran di pengecer besar untuk produk Minyakita produksi PT WF tergolong aman.
“Hasil pengujian pada kemasan botol dan refill plastik dari PT WF masih dalam batas toleransi,” ujar Teguh dalam keterangan resmi Pemprov Jateng, Selasa (11/3/2025).
Namun, hasil sidak di Kecamatan Lasem menunjukkan hasil yang beragam. Volume Minyakita kemasan botol produksi PT ASSSS, ternyata kurang sekitar 50 mililiter.
Baca juga : PSN Pantai Utara Tangerang Bisa Datangkan 10 Juta Wisatawan Per Tahun
Setelah dituang ke gelas ukur, minyak yang seharusnya 1 liter tersebut hanya berisi 950 ml, atau 50 mililiter lebih sedikit.
Sementara Minyakita refill produksi PT WNIG justru mengalami kelebihan 10 mililiter, menjadi 1.010 mililiter.
“Kalau kurangnya 10 mililiter, masih dalam batas toleransi. Tapi, kalau lebih dari itu, kami akan melaporkan temuan ini ke Direktorat Metrologi untuk ditindaklanjuti,” tegas Teguh.
Hasil sidak ini akan segera dilaporkan ke Direktorat Metrologi untuk tindakan lebih lanjut.
Sidak serupa juga dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, untuk memastikan kualitas dan keakuratan isi Minyakita di pasaran.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya