Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ini Strategi Menhub Dudy Antisipasi Lonjakan Pemudik Pada Angkutan Lebaran 2025
Rabu, 12 Maret 2025 21:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna mengantisipasi lonjakan pemudik pada Angkutan Lebaran 2025.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) misalnya, telah menyusun berbagai strategi mitigasi berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya. “Mempelajari pola Angkutan Lebaran sebelumnya, kami telah menyusun isu strategis dan rencana operasionalisasi untuk memastikan perjalanan mudik tahun ini berjalan aman, nyaman, dan terkendali,” ujar Dudy dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR di Senayan, Jakarta, Selasa (11/3),
Dalam paparannya, berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi, jumlah pemudik pada Lebaran 2025 diperkirakan mencapai 146,48 juta orang, atau sekitar 52 persen dari total penduduk Indonesia. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 atau 28 Maret 2025, sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+5 atau 6 April 2025.
Sebaran daerah asal pemudik terbesar meliputi Jawa Barat dengan 30,9 juta orang, Jawa Timur sebanyak 26,4 juta orang, dan Jawa Tengah sekitar 23,3 juta orang. Sementara itu, tujuan utama pemudik didominasi oleh Jawa Tengah dengan 36,6 juta orang, Jawa Timur 27,4 juta orang, dan Jawa Barat 22,1 juta orang.
Baca juga : Menhub Koordinasikan Kesiapan Angkutan Lebaran Bersama Sri Sultan
Melihat tingginya mobilitas masyarakat, Kemenhub telah menyiapkan berbagai strategi mitigasi di semua moda transportasi. Untuk angkutan darat, pemerintah akan membatasi operasional angkutan barang pada puncak mudik dan balik, melakukan pemeriksaan keamanan kendaraan atau ramp check, serta menerapkan rekayasa lalu lintas seperti contra flow dan one way. Kemenhub juga menyediakan delaying system dan buffer zone di sekitar pelabuhan guna mengurangi kepadatan kendaraan yang akan menyeberang.
Di sektor angkutan laut, pemeriksaan kelaikan kapal akan dilakukan secara ketat. Jika diperlukan, rute kapal akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Selain itu, kapal patroli dan navigasi disiagakan untuk mengantisipasi keadaan darurat.
Untuk transportasi udara, 37 bandara akan beroperasi selama 24 jam guna melayani peningkatan jumlah penerbangan. Pemerintah juga memastikan aspek keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap kondisi darurat yang mungkin terjadi.
Pada angkutan kereta api, Kemenhub melakukan ramp check untuk memastikan keamanan rangkaian kereta. Daerah Pemantauan Khusus (DAPSUS) akan diperkuat dengan personel dan sarana tambahan, sementara alat material untuk siaga (AMUS) disiagakan di titik-titik rawan. Kemenhub juga akan menempatkan petugas di perlintasan sebidang yang dinilai memiliki risiko tinggi.
Baca juga : Kapolri Paparkan Persiapan Pengamanan Lebaran 2025 Ke Menko Polkam
Secara keseluruhan, kesiapan sarana dan prasarana transportasi untuk Angkutan Lebaran 2025 melibatkan 34.364 unit sarana dan 511 prasarana, termasuk jaringan jalur perkeretaapian. Terdapat 30.451 unit bus dengan kapasitas angkut 26,2 juta penumpang dan 115 terminal penumpang. Di sektor angkutan laut, 772 unit kapal telah disiapkan dengan kapasitas total 248.116 penumpang yang tersebar di 264 pelabuhan laut. Untuk angkutan udara, tersedia 404 unit pesawat dengan kapasitas 9,9 juta kursi yang akan dioperasikan di 60 bandara.
Sementara itu, angkutan kereta api akan mengoperasikan 2.550 rangkaian dengan kapasitas angkut 5,3 juta penumpang antar kota dan 3,1 juta penumpang regional. Transportasi penyeberangan juga telah menyiapkan 187 unit kapal dengan kapasitas 2,3 juta penumpang di 14 lintas pelabuhan.
Selain memastikan kesiapan moda transportasi, Kemenhub kembali menggelar Program Mudik Gratis untuk mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan raya. Untuk jalur darat, tersedia 520 unit bus yang dapat mengangkut 21.536 penumpang serta 10 unit truk untuk mengangkut 300 sepeda motor. Program ini mencakup 31 kota tujuan yang tersebar di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Pada jalur laut, pemerintah menyediakan tiket gratis kapal dengan kuota 48.867 penumpang di 331 rute. Sementara itu, di sektor perkeretaapian, Ditjen Perkeretaapian menyelenggarakan Program Mudik Gratis Sepeda Motor dengan Kereta Api yang menyediakan 16.960 tiket penumpang serta kapasitas angkut 7.424 unit sepeda motor.
Baca juga : Kesiapan Jalan Tol Trans Sumatera Menghadapi Mudik Lebaran 2025
Menhub Dudy menekankan pentingnya koordinasi dengan berbagai kementerian dan pemangku kepentingan agar program mudik gratis ini bisa berjalan optimal tanpa terjadi double booking. “Tujuannya untuk menghindari double booking dan memastikan program mudik gratis memperhatikan prediksi puncak arus mudik dan balik,” ungkapnya.
Untuk memastikan kelancaran perjalanan, Kemenhub mengoptimalkan teknologi digital melalui Pusat Informasi Transportasi (PUSINTRANS) yang beroperasi 24 jam. Pemantauan lalu lintas dilakukan melalui 4.264 CCTV, live streaming drone, serta pengawasan pergerakan sarana transportasi multimoda.
Dalam rapat kerja tersebut, turut hadir Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, serta perwakilan dari Korlantas Polri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya