Dark/Light Mode

GEF-SGP Gandeng LSM Lestarikan Kearifan Lokal Masyarakat Adat

Sabtu, 22 Maret 2025 15:09 WIB
Media Gathering Global Environment Facility Small Grants Programme Melestarikan Lingkungan dengan Peran Kearifan Lokal, di M Blok Space, Jakarta, Jumat (21/3/2025). Foto: Istimewa
Media Gathering Global Environment Facility Small Grants Programme Melestarikan Lingkungan dengan Peran Kearifan Lokal, di M Blok Space, Jakarta, Jumat (21/3/2025). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia bersama National Geographic Indonesia terus berupaya mengangkat praktik-praktik kearifan lokal masyarakat adat dan komunitas yang telah terbukti efektif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Menurut Koordinator Nasional GEF-SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala, pihaknya menyalurkan dana hingga Rp 263 miliar kepada komunitas yang ada di Indonesia.

“Itu total sebesar 16 juta dolar Amerika Serikat, dan setiap fase itu menyediakan 1 juta dolar,” kata Sidi dalam Media Gathering Global Environment Facility Small Grants Programme Melestarikan Lingkungan dengan Peran Kearifan Lokal, di M Blok Space, Jakarta, Jumat (21/3/2025).

Baca juga : Ongen Desak Pemprov Realisasikan Usulan Masyarakat di Musrembang

Sidi menyampaikan, GEF-SGP Indonesia saat ini mengelola beragam kegiatan bersama dengan lebih dari 40 lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal. Baik itu penerima planning grants maupun bantuan penuh atau full grants dari SGP.

"Sistem seperti subak di Bali, sasi di Maluku, dan hutan larangan di Kalimantan adalah contoh nyata bagaimana kearifan lokal dapat menjadi solusi inovatif untuk mengatasi tantangan lingkungan modern, seperti deforestasi, polusi plastik, dan perubahan iklim," ujar Sidi.

Kegiatan GEF SGP juga bekerja sama dengan jaringan masyarakat adat dan organisasi kemanusiaan, para donor, dan organisasi masyarakat lainnya.

Baca juga : Jelang Lebaran, Pegadaian Hadirkan Gadai Bebas Bunga untuk Masyarakat

Masing-masing mitra akan menerima US$ 2.000-5.000 (Rp 33 juta-Rp 82,5 juta) untuk planning grant dengan durasi proyek tiga hingga enam bulan.

Sedangkan pendanaan penuh diberikan sebesar US$ 10.000-50.000 (Rp 165 juta-Rp 825 juta) dengan durasi proyek antara 12-24 bulan.

Sidi menyebut, penyaluran dana tersebut diberikan sesuai dengan tema yang terdapat dalam 10 poin sustainable development goals (SDGs). Sejak tahun 1992, Indonesia telah mencapai fase ketujuh dalam implementasi program tersebut.

Baca juga : Menteri ESDM Pastikan Kesiapan SPKLU di Jalur Mudik Jawa Tengah

“Saat ini fase ketujuh, kita disburse ke empat wilayah yang ada di landscape dan seascape. Jadi, kalau landscape itu yang kita program penguatan dari sisi agro, yang seascape lebih kepada akuakultur dan yang di lautan,” ungkap ia.

Di kesempatan sama, Managing Editor National Geographic Indonesia Mahandis Yoanata Thamrin menyatakan acara ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif GEF SGP Indonesia dan National Geographic untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya pelestarian lingkungan.

“Kami percaya bahwa cerita-cerita inspiratif dari komunitas lokal dapat menggerakkan perubahan besar. National Geographic bangga menjadi bagian dari inisiatif ini,” pungkas Mahandis

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.