Dark/Light Mode

Wamenaker Dorong Aparat Ungkap Teror Terhadap Pers Dan Demokrasi

Minggu, 23 Maret 2025 14:33 WIB
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer. Foto: Istimewa
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer menyatakan, teror kepada Majalah Tempo berupa kiriman kepala babi dan tikus adalah teror terhadap pers sekaligus demokrasi.

Teror seperti ini harus dilawan dan tidak boleh dibiarkan. Aparat penegak hukum kudu segera mengungkap siapa pelaku teror ini.

“Saya mengutuk pelaku teror terhadap Majalah Tempo. Saya tidak pernah setuju cara-cara biadab seperti itu,” tegas Noel, sapaan karib Immanuel Ebenezer, di Jakarta, Minggu (23/3/2025).

Aktivis 98 yang akrab dipanggil Noel, mengatakan, pers nasional sudah sudah bersusah-payah turut serta membangun demokrasi di Indonesia.

Baca juga : Adecco Dorong Tenaga Kerja Terampil Dan Berdaya Saing

Jika dengan perjuangan yang sudah demikian panjang namun masih juga diteror, sungguh keterlaluan.

“Dalam semua sequence (urutan) perjuangan demokrasi nasional, pers sebagai Pilar Demokrasi Keempat, selalu menjadi katalisator. Maka teror terhadap Majalah Tempo adalah perbuatan biadab,” tegasnya.

Di lain sisi, Pemerintahan Prabowo-Gibran, selalu terbuka kepada kritik. Pemerintahan ini gemar menerima kritikan. Pemerintah selalu bersikap demokratis terhadap masukan dan kritik.

Seperti diketahui, Rabu (19/3/2025), ada paket dibungkus kotak kardus dan dilapisi styrofoam, ditujukan kepada Francisca Christy Rosana (Cica), wartawan Desk Politik Tempo. Isinya ternyata kepala babi tanpa kuping.

Baca juga : Atasi Pengangguran, DPR Dorong Keterlibatan Swasta dalam Pembangunan Daerah

Pembawa paket, mengendarai sepeda motor matic berwarna putih. Ia mengenakan jaket hitam dan celana jins, serta memakai helm ojek online. Paket, dikirim ke ke kantor Grup Tempo di Jalan Palmerah Barat, Jakarta Selatan.

Sabtu 22 Maret 2025, subuh pukul 02.11 WIB, Tempo kembali mendapat teror, ada seseorang yang melemparkan kardus berisi enam ekor bangkai tikus, yang kepalanya sudah dipenggal. Kardus dibungkus kertas kado berisi tikus, ditemukan petugas kebersihan Tempo.

“Ada adagium yang berkata: tidak ada kejahatan yang sempura. Dengan rekaman CCTV, maka teknologi face recognition (pengenalan wajah) milik Polri, seharusnya bisa mengungkap siapa pelaku teror ini,” tegas Noel.

Pelaku tak boleh hanya dimaafkan tetapi harus diseret ke meja hijau. Teror kepada wartawan Grup Tempo sudah menggemparkan demokrasi, dan hal ini pasti ditulis besar-besar oleh pers nasional dan luar negeri.

Baca juga : Luhut: Program MBG Berdampak Nyata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

“Peristiwa ini sungguh mempermalukan demokrasi Indonesia. Maka demi penghormatan terjadap demokrasi dan Pasal 28 Undang-undang Dasar (UUD) 1945, pelaku harus ditemukan dan diproses secara hukum,” katanya.

Jika Polri gagal mengungkap siapa dalang teror, masyarakat akan kecewa. Namun jika Polri berhasil mengungkap, maka masyarakat akan semakin percaya kepada Polri. “Saya sangat berharap Polri bisa membuka tabir misteri teror Tempo,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.