Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Saksikan MoU Program Peduli Thalassemia
Heikal Safar: Langkah Konkret Wujudkan Indonesia yang Lebih Sehat
Jumat, 25 April 2025 23:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Pembina Yayasan Salman Peduli Berkarya, Heikal Safar menghadiri undangan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI), untuk menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Program Peduli Thalassemia, dengan Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI) dan Yayasan Thalassaemia Indonesia (YTI).
Heikal didampingi Ketua Yayasan Salman Peduli Berkarya, Nofalia Heikal Safar, yang juga merupakan Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia (Garuda).
Kegiatan ini berlangsung di ruang VVIP Masjid Istiqlal, Taman Wijayakusuma, Jakarta, Jumat (25/4/2025).
“Program Peduli Thalassemia menjadi langkah konkret dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih sehat dan berkeadilan, dengan masjid sebagai titik sentral gerakan sosial dan spiritual bangsa,” ujar Heikal Safar kepada wartawan.
Penandatangan MoU dilakukan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Adang Firmansyah mewakili STFI, dan Oktariono Hendratama mewakili YTI.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing lembaga, tokoh masyarakat, serta para penyandang thalassemia.
Baca juga : Bukan Beban, Program MBG Demi Wujudkan Indonesia Emas 2045
Acara ditutup dengan peluncuran simbolis program skrining dan edukasi thalassemia bagi pelajar dan masyarakat umum.
Dalam pelaksanaan tahap awal, program ini menargetkan 3.000 peserta yang akan mendapatkan layanan skrining genetik dan edukasi pencegahan.
Program Peduli Thalasemia merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam merespons meningkatnya jumlah penyandang thalassemia di Indonesia.
Menurut data tahun 2024, penderitanya mencapai lebih dari 13 ribu kasus, dengan konsentrasi tertinggi berada di Provinsi Jawa Barat, khususnya Kota Bandung.
Sebagai wujud implementasi teknis dari MoU, dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Istiqlal Halal Center (IHC) mewakili Masjid Istiqlal, Thalassemia Research Center mewakili STFI, dan Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassaemia Indonesia (POPTI) mewakili Yayasan Thalasemia Indonesia.
Sebagai institusi yang berkomitmen terhadap penguatan ekosistem halal nasional, Istiqlal Halal Center menghadirkan pendekatan inovatif halal dalam mendukung program kesehatan.
Baca juga : Mentan Amran: Ayo Saudagar Bugis, Wujudkan Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia!
“Program ini bertujuan menggabungkan pendekatan iman, ilmu, dan aksi sosial dalam menciptakan ekosistem halal yang inovatif dan inklusif,” ungkap Heikal Safar, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Indonesia Mandiri (GIM) ini.
Sementara Nasaruddin Umar dalam sambutannya menegaskan, masjid tidak hanya merupakan tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan layanan sosial masyarakat, termasuk dalam isu kesehatan.
“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban dan kepedulian terhadap sesama. Kami berharap kolaborasi ini membawa dampak nyata bagi generasi muda bangsa,” tegasnya.
Dia memastikan, program ini turut mengedepankan prinsip halal dan thayyib pada produk herbal yang mendukung terapi thalassaemia, seperti BRAZ 131.
“Kami memastikan keamanan, kehalalan, dan kebermanfaatan produk. Sinergi riset dan inovasi halal di bidang farmasi akan menekankan aspek etika, kemaslahatan, dan keberlanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur IHC H. Nur Khayin Muhdlor menekankan pentingnya peran kolaboratif berbagai pihak dalam pencegahan thalassaemia.
Baca juga : Lintasarta Peduli Negeri Hadirkan Berkah Ramadan Bagi Anak Yatim Dan Marbot
“Program ini bukan sekadar langkah medis, tetapi sebuah gerakan kemanusiaan yang menyatukan iman, ilmu, dan aksi sosial,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa program ini telah mendapatkan dukungan awal dari PT Pos Indonesia dan JNE melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR), yang turut membiayai kegiatan skrining dan edukasi masyarakat.
Keterlibatan sektor logistik dan BUMN ini membuktikan bahwa isu kesehatan adalah tanggung jawab bersama.
Oleh karena itu, Direktur IHC mengajak institusi pendidikan, pelaku usaha, lembaga filantropi, serta masyarakat umum untuk turut ambil bagian dalam menyukseskan program ini.
“Mari kita bersama wujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas thalassaemia dalam ekosistem halal yang inovatif dan inklusif,” ajak Nur Khayin Muhdlor.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya