Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian menilai program Makan Bergizi Gratis jangan hanya dipandang dari sisi kapitalis, tetapi juga dampak jangka panjang terhadap masyarakat.
Dengan demikian, program MBG bukanlah 'cost' atau membebankan negara. Melainkan salah satu langkah yang diambil demi membangun generasi sehat untuk Indonesia Emas 2045.
Baca juga : Terbang Ke Banyuasin, Presiden Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia Menanam
"Bias yang sudah lama ada dalam wacana fiskal: belanja modal itu baik, sementara belanja sosial dianggap sebagai kebocoran. Pola pikir ini mengabaikan keuntungan produktivitas jangka panjang dari investasi dalam sumber manusia, khususnya melalui hal mendasar seperti makanan, kesehatan, dan pendidikan dini," kata Fakhrul dalam keterangan tertulis pada Senin (21/4).
Sehingga menurut Fakhrul Fulvian, makanan gratis bukanlah beban negara.
Baca juga : Ibas Berharap Industri Kopi Indonesia Mendunia
"Tapi, itu adalah uang muka untuk generasi produktif yang lebih kuat dan cakap. Namun, selama logika ini dianut dalam lembaga ekonomi makro, redistribusi sosial akan selalu diperlakukan sebagai kebijakan lapis kedua," sambungnya.
Menurut Fakhrul, pertumbuhan berkelanjutan adalah seputar dari bawah ke atas, dari meja makan rumah tangga pedesaan, dari kotak makan siang anak-anak sekolah, dari perut yang tidak lagi kosong.
Baca juga : Assad S-Fauzan Rachmansyah Gagas Program Satu Juta Susu untuk Anak Indonesia
“Makan bergizi gratis bukan tentang ketergantungan. Makan bergizi gratis adalah tentang membangun kapasitas, tentang memastikan bahwa mesin manusia suatu negara terisi bahan bakar, secara harfiah, untuk perjalanan ke depan,” jelasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya