Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Bagi sejumlah masyarakat, akses terhadap air bersih masih menjadi perjuangan sehari-hari. Seperti empat desa di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, yang mengalami krisis air bersih.
Melalui program unggulannya, Sarana Air Bersih untuk Komunal atau yang dikenal sebagai SABUK, FKS Foundation hadir membantu warga. Program ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat di empat desa tersebut, yakni Gandu, Sepat, Tekikrejo, Jatirejo dan Selorejo.
Selama bertahun-tahun, masyarakat di wilayah ini sangat bergantung pada suplai air donasi dari perusahaan yang berada di sekitar warga dan jika ada gangguan air, warga resah.
Untuk itu, FKS Foundation mengambil langkah strategis dengan membangun empat sumur komunal yang dirancang untuk mengalirkan harapan dan keberlanjutan bagi lebih dari 800 Kepala Keluarga (KK).
Baca juga : Sokong Program MBG, Menag Dukung Gerakan Dapur Indonesia Heikal Safar-Nofalia
Dalam pelaksanaannya, program SABUK tak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tapi juga memberdayakan masyarakat.
Setiap sumur dilengkapi jaringan pipa utama yang menghubungkan titik-titik strategis untuk memastikan distribusi air yang merata.
Pelatihan diberikan kepada warga mengenai perawatan dan pengelolaan sumur, termasuk literasi keuangan untuk mendukung kemandirian dalam pengoperasiannya.
Selama tiga bulan pertama, FKS Foundation akan mendampingi warga agar transisi menuju pengelolaan mandiri berjalan lancar.
Baca juga : Gandeng PKP, Aguan Kucurkan Rp40 Juta Per Unit Untuk Permak 500 RTLH di Bandung
Country Head Indonesia FKS Group Yanuar Samron menekankan, pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menyukseskan inisiatif ini. Yanuar bilang, air bersih adalah kebutuhan mendasar yang harus kita pastikan keberlanjutannya.
“Dengan program SABUK, kami berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan akses air bersih, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola dan menjaga keberlangsungan sumber daya ini secara mandiri. Keberhasilan program ini bukan hanya milik FKS Foundation, tetapi milik kita semua," kata Yanuar, Rabu (14/5/2025).
Ia menambahkan, keberhasilan program SABUK juga tak lepas dari dukungan Komando Distrik Militer (Kodim) setempat yang turut terlibat dalam pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat.
Pada acara peresmian, Panglima Komando Daerah Militer IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Deddy Suryadi, mengapresiasi langkah kolaboratif ini.
Baca juga : Polisi Bagikan Air Mineral Dan Permen Untuk Massa Buruh Di DPR
"Inisiatif seperti SABUK adalah bentuk nyata gotong royong antara lembaga swasta, masyarakat, dan aparat. Program ini tidak hanya memberikan solusi atas kebutuhan mendesak, tetapi juga membangun kemandirian dan tanggung jawab bersama. Saya harap program ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa," katanya.
Saat ini, progres pembangunan SABUK telah mencapai 100 persen, mencakup pengeboran, konstruksi, dan pemasangan jaringan pipa utama.
Dengan izin SIPA yang telah disahkan untuk semua sumur, tahap akhir berupa sosialisasi kepada masyarakat akan segera dilakukan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya