Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Indra Singawinata Pecahkan Rekor Terpilih Jadi Sekjen APO 2 Kali Berturut-turut
Senin, 2 Juni 2025 15:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perwakilan Indonesia berhasil memecahkan rekor menjadi Sekretaris Jenderal Asian Productivity Organization (APO) dua kali berturut-turut, yakni periode 2022-2025 dan 2025-2028.
Indra Pradana Singawinata terpilih setelah menyisihkan nominasi lainnya yang berasal dari Korea Selatan dan Filipina pada acara APO Governing Body Meeting (GBM) di Hotel St. Regis, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (20/5/2025).
Dalam proses pemilihan yang berlangsung adil dan terbuka, Sekjen APO Terpili Indra berhasil memperoleh 16 suara dari 20 suara.
Kemenangan ini menjadikan Indra sebagai satu-satunya Sekretaris Jenderal APO yang menjabat selama dua periode berturut-turut yakni 2022–2025, dan kini 2025–2028.
Sekjen terpilih Indra P. Singawinata mengatakan, akan memaksimalkan peran Indonesia dalam kancah produktifitas melalui wadah APO.
Baca juga : Perwakilan Indonesia Indra Singawinata Terpilih Kembali Jadi Sekjen APO
“Posisi strategis ini memberikan nilai positif kepada Indonesia. Sehingga,memberikan kepercayaan internasional bahwa Indonesia mampu memimpin organisasi regional dan internasional,” kata Indra saat ditemui, Kamis (22/5/2025).
Diapun akan bekerja sama dengan semua negara anggota APO untuk mencapai Visi dan Misi APO.
"Saya akan mendorong mewujudkan kawasan Asia Pasifik yang lebih sejahtera dan memberikan pelayanan terbaik kepada semua negara anggota APO dengan menjunjung tinggi transparansi, profesionalitas, dan pertanggungjawaban dalam segala kegiatan keseharian di APO Secretariat," kata Indra saat ditemui, Kamis (22/5/2025).
Dr. Singawinata membawa banyak pengalaman dari posisi kepemimpinan baik di sektor publik maupun swasta di Indonesia. Terakhir, beliau menjabat sebagai Senior Vice President Indonesia Infrastructure Guarantee Fund (IIGF), sebuah badan usaha milik negara yang memberikan penjaminan untuk proyek-proyek infrastruktur yang dilaksanakan di bawah skema kemitraan publik-swasta nasional.
Sebelumnya, Dr. Singawinata bekerja di Putera Sampoerna Foundation (PSF), dimana ia bergabung sebagai Head of Research sebelum menjadi Head of Business Development dan kemudian Head of Corporate Affairs.
Baca juga : Surat Penumpang Titanic Pecahkan Rekor Lelang, Laku Rp 6,71 Miliar
Dr. Singawinata meraih gelar Ph.D. bidang Filsafat dari Ritsumeikan Asia Pacific University (APU), Jepang, setelah memperoleh gelar Magister Akuntansi dari Universitas Indonesia dan Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti, Indonesia.
Menguraikan tujuan untuk masa jabatannya 2025–2028 sebagai Sekretaris Jenderal, Dr. Singawinata menyatakan, “Misi saya adalah untuk mengurangi kesenjangan produktivitas antara ekonomi anggota APO dengan memperkuat program dan alat APO. Visi kami harus mencakup peningkatan kapasitas dan bantuan teknis untuk Nasional Productivity Organizations (NPO) di negara-negara anggota melalui program campuran, memperkuat penggunaan teknologi digital dalam program NPO, dan mengidentifikasi peluang ‘quick-win’ selain program jangka menengah.”
Ia menekankan tiga prinsip panduan tindakan APO di bawah kepemimpinannya untuk mencapai visi dan misinya: sinergi; tata kelola perusahaan yang baik; dan transparansi.
“Saya tak sabar untuk membangun lebih dari 60 tahun sejarah dan prestasi masa lalu APO untuk memperkuat posisinya sebagai organisasi produktivitas terkemuka tidak hanya di kawasan Asia-Pasifik tetapi di dunia.”
Sebagai informasi, APO adalah organisasi antar pemerintah yang didirikan pada tahun 1961 untuk meningkatkan produktivitas di kawasan Asia-Pasifik melalui gotong royong. APO berkontribusi pada pembangunan sosial ekonomi berkelanjutan di kawasan melalui layanan konsultasi kebijakan, bertindak sebagai think tank, dan melakukan inisiatif cerdas di sektor industri, pertanian, layanan, dan publik.
Baca juga : BCA Pertahankan Predikat World`s Strongest Banking Brand Selama 2 Tahun Berturut-turut
APO membentuk masa depan kawasan dengan membantu ekonomi anggota dalam merumuskan strategi nasional untuk meningkatkan produktivitas dan melalui berbagai upaya pengembangan kapasitas kelembagaan, termasuk penelitian dan pusat keunggulan di anggota. Ini nonpolitis, nonprofit, dan nondiskriminatif.
Keanggotaan saat ini adalah 21 negara, terdiri dari Bangladesh, Kamboja, Republik China, Fiji, Hong Kong, India, Indonesia, Republik Islam Iran, Jepang, Republik Korea, Laos, Malaysia, Mongolia, Nepal, Pakistan, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Turkiye, dan Vietnam.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya