Dark/Light Mode

Unila Kantongi Bukti Awal Dugaan Kekerasan Terhadap Mahasiswa Yang Meninggal

Senin, 2 Juni 2025 21:09 WIB
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unila, Prof Sunyono. Foto: Unila
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unila, Prof Sunyono. Foto: Unila

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Lampung (Unila) menyatakan telah mengantongi sejumlah bukti awal dugaan kekerasan yang menyebabkan meninggalnya Pratama, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dalam kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Lingkungan (Mahapel).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unila, Prof Sunyono, menyebut proses investigasi sudah dimulai dan berjalan bersama Kepolisian Daerah (Polda) Lampung. Ia menegaskan tim investigasi yang dibentuk akan bekerja secara independen dan tuntas.

“Kami sudah bentuk tim melakukan investigasi. Saya minta supaya independen, melakukan dengan tuntas. Kita sudah lakukan dengan Polda,” kata Sunyono, Senin (2/6), melalui sambungan telepon.

Baca juga : Kejati Jakarta Tangkap Pelaku Pemerasan Terhadap Jaksa

Menurut dia, pihak Polda sudah mendatangi Humas Unila untuk menjalin koordinasi lebih lanjut. Sunyono menambahkan bahwa kampus juga mengajak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) untuk ikut membantu pengumpulan bukti.

“Bukti sudah ada beberapa yang kami terima, tapi bukti itu perlu kami lengkapi. Kami juga sudah minta bantuan BEM dan DPM untuk mengumpulkan bukti-bukti. Insya Allah secepatnya,” ujarnya.

Pihak Unila, kata Sunyono, akan menyampaikan hasil investigasi secara terbuka dalam waktu dekat. Ia meminta semua pihak bersabar dan menunggu hasil akhir yang akan disampaikan secara resmi.

Baca juga : Golkar Dukung Keputusan Polri

“Tunggu saja waktunya. Nanti akan kami sampaikan dalam konferensi pers atau pers rilis,” ucapnya.

Sunyono juga menegaskan pentingnya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Ia mengingatkan seluruh organisasi kemahasiswaan dan individu di lingkungan kampus untuk tidak melakukan kekerasan dalam bentuk apa pun.

“Kami berharap jangan ada lagi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh individu maupun organisasi di lingkungan kampus ke depannya,” kata dia.

Baca juga : Menag Lepas PPIH Daker Makkah, Berpesan Tetap Senyum Walau Ada yang Memaki

Kasus ini mencuat setelah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa menuntut pengusutan menyeluruh terhadap dugaan kekerasan dalam kegiatan Diksar Mahapel yang digelar pada November 2024 lalu. Pratama, yang ikut dalam kegiatan tersebut, meninggal pada April 2025 setelah menjalani operasi tumor otak.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.