Dark/Light Mode

IM Diterima OECD, Indonesia Siap Naik Kelas Jadi Negara Ekonomi Maju

Rabu, 4 Juni 2025 11:12 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyerahkan dokumen Initial Memorandum (IM) ke Sekjen OECD Mathias Cormann di Paris, Prancis, Selasa (3/6/2025). Foto: Kemenko Perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyerahkan dokumen Initial Memorandum (IM) ke Sekjen OECD Mathias Cormann di Paris, Prancis, Selasa (3/6/2025). Foto: Kemenko Perekonomian

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia resmi masuk babak baru dalam proses gabung ke Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyerahkan dokumen Initial Memorandum (IM) ke Sekjen OECD Mathias Cormann di Paris, Prancis, Selasa (3/6/2025).

Penyerahan dilakukan dalam pertemuan bilateral di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Dewan OECD 2025.

“Sekretaris Jenderal Cormann sangat impres dengan teamwork dan komitmen Indonesia,” kata Airlangga.

“Saya juga sampaikan bahwa ini adalah komitmen Bapak Presiden, Pak Prabowo, bahwa IM ini bisa diselesaikan secepatnya dan ini adalah lintas pemerintahan,” lanjutnya.

Baca juga : Gandeng Chef Indonesia, FKS Food Gelar Program GEDOR Dukung UMKM

Dokumen IM merupakan syarat penting dalam proses aksesi OECD. Di dalamnya memuat penilaian lengkap soal regulasi dan standar nasional Indonesia terhadap standar internasional OECD.

Ada 32 bab di dalamnya, mencakup 240 instrumen hukum di 25 bidang kebijakan. IM jadi bekal menuju technical review, tahap penting selanjutnya dalam proses keanggotaan OECD.

“Ini adalah awal dari perjalanan transformasional yang positif yang akan membawa manfaat nyata bagi warga Indonesia,” ujar Cormann.

OECD beranggotakan 38 negara, mayoritas negara maju. Anggota OECD mewakili 46 persen PDB dunia dan 70 persen perdagangan global.

Kalau jadi anggota, Indonesia bakal jadi negara Asia Tenggara pertama yang masuk OECD.

Baca juga : Prabowo Sangat Optimis, Indonesia Segera Bangkit Jadi Negara Hebat

Proses aksesi berlangsung cepat. Indonesia mengajukan surat niat gabung pada 14 Juli 2023, lalu proses resmi dimulai pada Februari 2024, dan roadmap-nya diserahkan Mei tahun lalu.

Selain IM, Airlangga juga menyerahkan surat dari Ketua KPK bertanggal 28 Mei 2025 kepada Sekjen OECD.

Surat itu menyatakan keinginan Indonesia gabung ke OECD Anti-Bribery Convention dan Kelompok Kerja Anti-Suap.

Langkah ini memperkuat komitmen Indonesia melawan korupsi lintas negara dan memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Untuk menunjukkan keseriusan dukungan, Sekjen OECD dijadwalkan akan berkunjung ke Jakarta 26–28 Oktober 2025, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-97.

Baca juga : Eddy Soeparno: Kemerdekaan Palestina Jadi Persyaratan Mutlak

Langkah ini diharapkan jadi pemicu semangat anak muda ikut berperan dalam reformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

Turut hadir dalam penyerahan IM itu antara lain Dubes RI untuk Prancis Mohamad Oemar, Deputi Kemenko Ekon Edi Prio Pambudi, Jubir Kemenko Ekon Haryo Limanseto, serta Asdep Kerja Sama Ekonomi Multilateral Ferry Ardiyanto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.