Dark/Light Mode

Demi Ketahanan Gizi, KFI-TechnoServe Resmikan Millers for Nutrition Di Indonesia

Jumat, 13 Juni 2025 11:29 WIB
Peluncuran Fortifikasi Pangan Skala Besar (LSFF) untuk Kesehatan, Status Gizi, dan Produktivitas, yang diselenggarakan bersama oleh Yayasan Kegizian. (Foto : Ist)
Peluncuran Fortifikasi Pangan Skala Besar (LSFF) untuk Kesehatan, Status Gizi, dan Produktivitas, yang diselenggarakan bersama oleh Yayasan Kegizian. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Millers for Nutrition, koalisi global pemangku kepentingan fortifikasi pangan, secara resmi telah diluncurkan di Indonesia.

Koalisi ini berdedikasi untuk mendukung para penggilingan pangan dalam memfortifikasi makanan pokok, seperti tepung terigu, minyak goreng, dan beras dengan mikronutrien esensial demi meningkatkan luaran gizi nasional.

Peluncuran ini berlangsung dalam acara "Fortifikasi Pangan Skala Besar (LSFF) untuk Kesehatan, Status Gizi, dan Produktivitas," yang diselenggarakan bersama oleh Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI) dan TechnoServe.

"Kami sangat gembira memperkenalkan Millers for Nutrition di Indonesia," ujar Monojit Indra, Senior Practice Leader TechnoServe dan Program Leader, Millers for Nutrition Asia dalam keterangannya, Kamis (13/6).

Perwakilan dari Pemerintah Indonesia dan para pelaku industri terkemuka turut hadir dalam acara tersebut, termasuk Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (BAPPENAS), Badan Pangan Nasional, PERUM BULOG, APTINDO, GIMNI, AIMMI, PERPADI, dan sejumlah produsen pangan terfortifikasi. 

Baca juga : Kolaborasi KSPSI Dan Kapolri Salurkan Hewan Kurban ke-12 Titik Di Indonesia

KFI sendiri adalah satu-satunya yayasan fortifikasi pangan di Indonesia yang paling dihormati, terdiri dari pakar senior di bidangnya dan mantan pembuat kebijakan pemerintah yang terkemuka.

KFI dan Millers for Nutrition memiliki kepedulian yang serupa terhadap kualitas terbaik dan keberlanjutan LSFF.

Saat ini, Millers for Nutrition beroperasi di delapan negara di seluruh Afrika dan Asia: Bangladesh, Ethiopia, India, Indonesia, Kenya, Nigeria, Pakistan, dan Tanzania.

Pendekatan inovatif koalisi ini menghubungkan Mitra Fortifikasi Strategis, pakar teknis, dan mitra ekosistem lainnya untuk memberikan bantuan teknis terbaik di kelasnya serta layanan konsultasi bisnis.

Melalui model ini, para penggilingan pangan dapat memperkuat kualitas pangan, meningkatkan daya saing operasional, dan membuka peluang pasar baru. Produsen penggilingan percontohan juga akan mendapatkan pengakuan melalui visibilitas media dan acara-acara penting.

Baca juga : Gilang Juragan 99 Didapuk Jadi Sekjen Dewan Koperasi Indonesia

"Kami ingin menyatukan para pemangku kepentingan yang bersemangat untuk mendukung produsen penggilingan dan pengolah pangan di Indonesia dalam mencapai keunggulan fortifikasi dan mendorong perubahan berarti dalam perjuangan melawan malnutrisi. Bersama, kita dapat mengubah masa depan gizi di Indonesia," jelas Monojit Indra.

Sementara itu, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (BAPPENAS), Amich Alhumami, MA, M.Ed, PhD, menyampaikan pidato utama yang menyoroti lanskap gizi Indonesia dan peran krusial pangan terfortifikasi dalam meningkatkan status kesehatan dan gizi negara.

“Program fortifikasi wajib telah menjadi komitmen bersama, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ujar Amich dalam pidato yang disampaikan oleh Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas Diah Lenggogeni.

Lebih lanjut, ia mengakui bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan SDM adalah kekurangan zat gizi mikro yang prevalensinya masih cukup tinggi. Hal ini merupakan tantangan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, swasta, Lembaga swadaya masyarakat, dan akademisi.

"Maka itu, program Fortifikasi Pangan Skala Besar memerlukan kemitraan yang sinergis antara pemerintah, industri pangan, dan organisasi pendukung seperti organisasi profesi/akademisi, mitra pembangunan, LSM bidang kesehatan, gizi dan fortifikasi," ujarnya.

Baca juga : Daikin Resmi Operasikan Pabrik AC Pertama Di Indonesia

Sesi panel utama menampilkan perwakilan dari asosiasi industri minyak goreng, tepung terigu, dan beras, yang membahas tantangan dan peluang terkait implementasi standar fortifikasi pangan di Indonesia.

Acara ditutup dengan pemberian penghargaan oleh Mitra Fortifikasi Strategis, sebagai bentuk pengakuan kepada produsen penggilingan dan asosiasi berkinerja tinggi atas komitmen mereka dalam menyediakan makanan pokok terfortifikasi dan meningkatkan profil gizi negara.

Para penerima penghargaan tersebut adalah:

•    Penghargaan Kepemimpinan Fortifikasi Tepung Terigu Indonesia - Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (APTINDO)
•    Penghargaan Kepemimpinan Fortifikasi Minyak Goreng Indonesia - Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI)
•    Penghargaan Kepemimpinan Fortifikasi Minyak Goreng Indonesia - Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI)
•    Penggerak Fortifikasi Beras Indonesia - Ir. Sutarto Alimoeso, MM

Dan sejumlah produsen beras fortifikasi sebagai Pionir Industri Beras Fortifikasi di Indonesia:
•    PT. Thara Jaya Niaga
•    PT. Food Station Tjipinang Jaya (PERSERODA)
•    PT. Sinar Makmur Komoditas
•    PT. Microfin Cipta Perdana
•    PT. Dewa Tunggal Abadi
•    PT. Siamo Berkah Sejahtera 
•    PERUM BULOG
•    PT. Buyung Poetra Sembada Tbk 
•    PT. Pangan Nabati Umbi Nusantara

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :