Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) kembali turun tangan dalam aksi pelestarian lingkungan. Memperingati Bulan Lingkungan Hidup Sedunia, perusahaan pengolah limbah industri ini menanam 40 bibit pohon buah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, Condet, Jakarta Timur, Kamis (19/6/2025).
Aksi tanam pohon ini dilakukan bareng sejumlah mitra, seperti Indonesia CARE, AJPLI, Squad PBI, Human Initiative, dan Komunitas Baca Ciliwung (KBC).
Selain tanam pohon, mereka juga bersih-bersih bantaran sungai dan menggelar diskusi bertajuk Ngopling (Ngobrol Peduli Lingkungan).
Baca juga : MUI Kutuk Serangan Ke Iran, Dukung Sanksi Internasional Terhadap Israel
“Ini bagian dari upaya berkelanjutan kami mendukung pencegahan banjir dan pelestarian lingkungan, khususnya di Jabodetabek. Minggu lalu kami juga tanam pohon di hulu Ciliwung, Telaga Saat, Bogor,” ujar Technical Support Manager PPLI, Muhammad Yusuf Firdaus.
Yusuf menegaskan, PPLI yang sudah lebih dari 30 tahun hadir di Indonesia, rutin membuat aksi nyata untuk lingkungan. Mulai dari konservasi mangrove, pelepasan penyu, hingga pelestarian satwa langka.
Di aksi kali ini, PPLI juga menghibahkan satu unit perahu karet LCR ke Indonesia CARE. Fungsinya, untuk membantu kegiatan pelestarian sungai dan evakuasi saat banjir.
Baca juga : Peringati Hari Lingkungan, PLN EPI Tanam 500 Pohon Buah di Gunung Aseupan
Direktur Eksekutif Indonesia CARE Lukman Azis Kurniawan, mengapresiasi langkah PPLI. Baginya, PPLI merupakan perusahaan yang rutin berkolaborasi dalam berbagai program pelestarian dan kampanye penyelamatan lingkungan.
“Semoga bisa jadi inspirasi buat perusahaan lain,” katanya.
Ketua Squad PBI, Subur Rojinawi, ikut menyoroti penyempitan Sungai Ciliwung akibat permukiman liar. Idealnya, 10 meter dari bibir sungai harus bebas bangunan. Kelakarnya, ketika banjir datang, yang disalahkan Pemerintah, padahal masalah ada di hulunya.
Baca juga : Kawal Program Kesehatan Dan Ekonomi, Ibas Dukung Vaksin TBC & Malaria
Dia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat, Pemerintah, komunitas, dan dunia usaha untuk bersinergi menjaga sungai sebagai aset lingkungan. “Jangan jadikan sungai sebagai tempat sampah, tapi jadikan sungai sebagai hiasan depan rumah,” pungkasnya.
Dari sisi komunitas, Nanda dari KBC menyatakan, Ciliwung harus jadi ‘teras rumah’, bukan tempat buang sampah. “Kalau jadi teras, siapa pun ogah buang sampah sembarangan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri Camat Kramat Jati, Mujiono. DIa mendukung kolaborasi kegiatan komunitas para relawan dan dunia usaha. "Kita Pemerintah akan terus menjadi fasilitator untuk aksi-aksi lingkungan," imbuhnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya