Dark/Light Mode

Akhiri Dualisme, Moeldoko Serahkan Kepemimpinan HKTI Ke Wamentan Sudaryono

Kamis, 26 Juni 2025 20:10 WIB
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, Menta. Andi Amran Sulaiman, l Ketua Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) HKTI Oesman Sapta Odang atau OSO ini, Ketum HKTI 2020-2025 Moeldoko. (Foto: HKTI)
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, Menta. Andi Amran Sulaiman, l Ketua Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) HKTI Oesman Sapta Odang atau OSO ini, Ketum HKTI 2020-2025 Moeldoko. (Foto: HKTI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko mengatakan, Musyarawarah Nasional (Munas) HKTI ke-X di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/6/2025), menjadi akhir dualisme kepengurusan HKTI dan kompak mendukung Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjadi Ketua Umum HKTI. 

Moeldoko secara langsung menyerahkan posisinya kepada Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono untuk memimpin HKTI ke depan.

Acara yang dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman serta Ketua Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) HKTI Oesman Sapta Odang atau OSO ini, Moeldoko menyampaikan bahwa dalam rapat pimpinan (Rapim) telah menunjuk tokoh yang akan melanjutkan kepemimpinannya ke depan.

“Di dalam rapim, kita telah memilih, menunjuk dan mempercayakan Bapak Wamentan, Bapak Sudaryono, untuk memimpin HKTI ke depan,” ujar Moeldoko.

Ratusan pengurus HKTI dari berbagai daerah pun memberikan tepuk tangan meriah.

Baca juga : Kirim Surat Resmi, Peradi Bersatu Minta Polda Segera Tuntaskan Kasus Roy Suryo

Sudaryono yang berada di barisan depan pun langsung berdiri di hadapan Moeldoko. Ia memberi hormat kepada Moeldoko dan para anggota HKTI yang hadir di lokasi.

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah ini pun terlihat mengepalkan tangan kanannya sambil berteriak “HKTI”.

Dalam kesempatan itu, Moeldoko juga menegaskan bahwa saat ini tidak ada lagi dualisme di HKTI.

“Kalau kita berbicara HKTI, mulai saat ini, tidak ada lagi dualisme HKTI. HKTI hanya satu, dan satu HKTI,” kata Moeldoko yang disambut tepuk tangan meriah.

Mantan Panglima TNI ini juga mengajak seluruh anggota HKTI untun kembali fokus memikirkan nasib petani dan tidak lagi membicarakan soal perbedaan yang ada.

Baca juga : Menteri Hukum Serahkan SK Perubahan Kepengurusan DPTP Ke PKS

Dia pun berharap kepemimpinan HKTI ke depan bisa mensejahterakan petani.

“Kita mesti memikirkan petani jangan lagi memperbincangkan perbedaan diantara kita. Itu sudah lewat. Dan saya ditunjuk oleh pak OSO selama 10 tahun ini sepertinya kita hanya berada disitu,” ujar Moeldoko. 

“Dalam Rapim sudah bersepakat, kita tidak hanya ingin bersatu, tetapi menyatu,” sambung dia.

Ketua Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Oesman Sapta Oedang (Oso) memastikan peleburan dua pengurus ini akan mulus sampai ke tingkat akar rumput. Diapun yakin, penyatuan ini lompatan untuk melindungi dan memperjuangkan nasib petani.

Mantan wakil ketua MPR itu menjelaskan bahwa jumlah petani di Indonesia sangat besar, yakni sekitar 76 juta. Menurut dia, petani itu tentu membutuhkan dukungan.

Baca juga : Sekolah Kepemimpinan Prabowo Subianto

Oleh karena itu, HKTI harus banyak turun ke desa-desa untuk memperhatikan para petani di tanah air. "Petani itu tulang punggung, dan salah satu kekuatan bangsa," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman minta tak ada lagi dualisme yang terjadi di tubuh HKTI.

Dia juga meminta kepada Sudaryono untuk merangkul semua kubu untuk masuk ke dalam organisasi yang akan dipimpinnya. Sebab, Amran menilai hal ini penting untuk mengembangkan HKTI lebih baik ke depannya.

“Rangkul semuanya masuk ke dalam organisasi, jangan sampai tidak. Tapi nanti kalau ada yang tidak kerja, tinggal dicoret,” kata Amran.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.