Dark/Light Mode

Tiap Tahun Baru, Hasto Doakan Mega dan Jokowi dari Atas Gunung

Kamis, 26 Juni 2025 21:44 WIB
Foto: M. Wahyudin/RM.
Foto: M. Wahyudin/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku rutin mendaki gunung setiap malam tahun baru selama 9 tahun berturut-turut.

Kegiatan itu dilakukan sembari mendoakan Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, serta Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Hasto mengakui hal tersebut saat diperiksa sebagai terdakwa dalam sidang kasus dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019–2024 dan perintangan penyidikan Harun Masiku. Persidangan berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (26/6/2025).

"Setiap malam tahun baru, selama 9 tahun berturut-turut saya ini selalu naik gunung, mendoakan Bu Mega, mendoakan Pak Jokowi, mendoakan bangsa dan negara agar Indonesia ini baik," kata Hasto.

Baca juga : Menag Ucapkan Selamat Tahun Baru Hijriah: Hijrah dari Stagnan ke Tumbuh

Dia mengaku tradisi itu dibangun setelah PDIP masuk dalam pemerintahan. Saat itu, Hasto merasakan tekanan yang sangat kuat, sehingga kegiatan spiritual seperti mendaki gunung dan melarung dijadikan bagian dari upaya menenangkan diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

"Tapi kalau larung memang itu menjadi bagian dari kultur yang kami bangun. Terutama setelah kami berada di dalam pemerintahan karena tekanannya kuat sekali," imbuhnya.

Dia menyebutkan, dalam tradisi masyarakat Jawa, praktik seperti melarung di Gunung Merapi atau berendam di Parangkusumo dianggap hal yang biasa.

"Nah, di luar itu satu pertanyaan dari JPU tadi, ada juga yang melarung dalam konteks motif-motif khusus, mau jadi bupati ikut, kemudian berdoa, ada yang berendam dan sebagainya. Kalau kami melukat memang biasa dilakukan," tutur Hasto.

Baca juga : Libur Panjang Tahun Baru Islam, BRI Siapkan Layanan Weekend Banking

Dalam kesempatan ini, Hasto juga menjelaskan perannya selama menjabat sebagai Sekjen PDIP dalam tiga kali penyelenggaraan pemilu legislatif maupun pemilihan presiden (pilpres).

Seperti pada 2014, ketika Jokowi dan Jusuf Kalla dicalonkan menjadi pasangan presiden dan wakil presiden. Sementara Hasto sebagai sekretaris.

"Cuma karena ketua tim pemenangannya sudah Mas Cahyo, maka kemudian kami dorong Pak Andi Widjajanto. Dan saya kalau tidak salah menjadi juru bicara di situ, meskipun juru bicara plus-plus karena faktanya merangkap banyak pekerjaan," kata Hasto saat menjawab pertanyaan kuasa hukumnya, Alvon Kurnia Palma.

Lalu pada Pemilu 2019, Hasto mengaku memiliki peran ganda yaitu sebagai Sekjen PDI-P dan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) yang mengelola koalisi partai pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Baca juga : Piala Dunia Antarklub, Inter Milan dan Dortmund Jaga Asa

Menurut Hasto, tugas itu tidak mudah karena harus berkoordinasi dengan banyak partai di tengah kompetisi yang sangat ketat.

"Sehingga bukan koordinasi yang mudah, sementara pada saat bersamaan, saya punya tanggung jawab untuk di partai," lanjut Hasto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.