Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
UGM Evaluasi Lokasi KKN Usai Tragedi Mahasiswa Tenggelam Di Laut Debut, Maluku
Rabu, 2 Juli 2025 19:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang meninggal dunia dalam insiden kapal terbalik di perairan Debut, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, telah dipulangkan ke kampung halaman. Jenazah Septian Eka Rahmadi dan Bagus Adi Prayogo diberangkatkan ke Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, dan Bojonegoro, Jawa Timur, pada Selasa (1/7).
Sebelum diterbangkan, keduanya mendapat penghormatan terakhir. Ribuan warga memadati Bandara Karel Sadsuitubun Langgur. Pemerintah daerah dan jajaran Forkopimda turut hadir dalam upacara serah terima jenazah yang dipimpin langsung oleh Bupati Maluku Tenggara.
UGM menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses evakuasi. Mulai dari pemerintah daerah, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) hingga warga lokal.
“Kami menyampaikan ucapan terima kasih,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, dilansir laman resmi UGM, Rabu (2/7).
Baca juga : UGM Resmi Bekukan Status Mahasiswa Pengemudi BMW Yang Tabrak Argo Ericko
UGM juga memastikan pendampingan terhadap lima mahasiswa lain yang selamat. Dua di antaranya sudah pulih secara fisik. Tiga lainnya masih menjalani perawatan dan pemantauan psikologis. Arie menegaskan, dukungan tidak hanya diberikan secara medis, tapi juga psikososial.
“Kami prioritaskan keselamatan fisik dan mental mahasiswa. Mereka yang selamat kini kami dampingi agar trauma tidak berkembang menjadi beban psikologis jangka panjang,” ucapnya.
Evaluasi internal juga tengah dilakukan oleh UGM. Sekretaris Universitas, Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, menyebut perlindungan keamanan selama KKN akan ditinjau ulang.
Terutama untuk lokasi-lokasi terpencil seperti wilayah kepulauan. Meski lokasi tersebut sudah pernah digunakan dalam KKN sebelumnya, faktor cuaca ekstrem kini menjadi perhatian serius.
Baca juga : Unila Bentuk Tim Investigasi Kasus Meninggalnya Mahasiswa Usai Diksar Mahapel
“Panduan, pembekalan, dan peralatan keselamatan memang telah diberikan, namun ke depan akan diperketat, termasuk untuk lokasi-lokasi rawan,” jelasnya.
Untuk mahasiswa yang tergabung dalam unit KKN Manyeuw, UGM memberikan pendampingan intensif. Tim psikologi dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) terlibat langsung. Mahasiswa diberikan opsi: tetap melanjutkan pengabdian atau kembali ke Yogyakarta.
“Kita tidak akan membebani adik-adik mahasiswa. Keselamatan dan kemanusiaan adalah prinsip tertinggi yang kami pegang dalam pelaksanaan tridarma pengabdian,” tutur Andi.
Pemulangan jenazah dilakukan melalui jalur udara dari Langgur. Proses pengawalan dilakukan oleh dosen pembimbing dengan dukungan penuh dari universitas serta jaringan Kagama di daerah tujuan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Dr. Djarot Heru Santoso.
Baca juga : KPK Jelaskan Peran Mantan Menteri Desa
Sebagai bentuk penghormatan, UGM juga menggelar shalat ghaib untuk kedua almarhum. Prosesi dilangsungkan serentak siang ini, Rabu (2/7), di tiga masjid kampus: Masjid UGM Timur, Maskam UGM Barat, dan Masjid Al-Ihsan Fakultas Kehutanan.
“Semoga doa dan penghormatan ini menjadi bentuk cinta dan solidaritas seluruh sivitas akademika untuk dua putra terbaik bangsa,” pungkas Andi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya